LANGIT7.ID, Jakarta - Self healing merupakan upaya seseorang untuk menjaga kesehatan diri dengan memperbaiki sudut pandang, sisi emosional dan batin. Terdapat berbagai cara self healing, satu yang terbaik adalah dengan memaafkan.
Memaafkan orang lain atas apa pun yang telah mereka lakukan memang sulit. Namun, memaafkan memiliki dampak luar biasa bagi kondisi batin.
Dengan memaafkan, kita bisa melepaskan apa yang telah terjadi dan melanjutkan hidup tanpa beban masa lalu. Hal yang sama berlaku untuk diri sendiri ketika melakukan kesalahan.
Baca Juga: Self Healing Terbaik: Dengan Mengingat Allah, Hati Jadi TenangMengutip
Self Healing Is Knowing Your Own Self karya Dr Diana Rahmasari (Unesa University Press: 2020), memaafkan merupakan kondisi individu berproses untuk melepaskan kemarahan, dendam, dan rasa nyeri akibat orang lain. Dalam melakukan self healing seseorang dapat melakukan proses pelepasan kemarahan, dendam, dan rasa nyeri karena konflik yang dilakukan dengan orang lain.
Dengan memaafkan, seseorang dapat melepaskan segala emosi negatif agar tidak berlanjut terlalu lama. Hal ini menjadi baik karena pada prosesnya individu mengubah emosi negatif seperti rasa marah, dendam, tersinggung menjadi emosi positif.
Berdasarkan penjelasan di atas diketahui bahwa memaafkan merupakan proses yang dilalui oleh individu untuk mengubah dan melepaskan emosi yang negatif menjadi emosi positif. Dengan demikian, seseorang dapat berempati, bersimpati, dan melakukan kebajikan.
Baca Juga: Anti Pusing-Pusing Club, Ini Empat Tips Healing Hemat BujetMemaafkan merupakan salah satu sifat utama Rasulullah. Terdapat kisah epik saat Rasulullah memaafkan penduduk Thaif yang mengusirnya ketika berdakwah.
Hampir saja penduduk Thaif diratakan Jibril alaihissalam dengan melempar dua gunung di kota itu bila Rasulullah tak memaafkan mereka. Rasulullah pun mendoakan kebaikan bagi penduduk Thaif dan berharap generasi pembela Islam muncul di sana.
Memaafkan kesalahan orang bukanlah perkara mudah. Pada saat itulah keimanan seorang diuji. Apakah ia akan memperturutkan egonya atau mengalahkan amarahnya dengan memberi maaf.
Firman Allah dalam Surat As-Syura ayat 40:
وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
Artinya: Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.
Sementara dalam hadits disebutkan:
وما زاد الله عبد بعفو إلا عزا
Artinya. Tidaklah Allah menambahkan sesuatu kepada orang yang memaafkan kecuali kemuliaan. (HR Muslim).
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Kurangi Ketergantungan Terhadap Dolar Amerika(zhd)