LANGIT7.ID, Jakarta - Self healing menjadi tren di kalangan anak muda, khususnya mereka yang tinggal di wilayah perkotaan. Self healing dapat dimaknai sebagai upaya seseorang menyegarkan kembali kondisi mental dan batin.
Self healing merupakan metode penyembuhan diri bukan dengan obat, tapi dengan mengeluarkan perasaan dan emosi yang terpendam di dalam tubuh. Terdapat beragam cara self healing, salah satunya melalui tuntunan yang diajarkan Allah Swt dan Rasul-Nya.
Bagi seorang muslim, self healing terbaik adalah menegakkan shalat. Menumpahkan segala kecemasan, kegelisahan, dan beban hati serta pikiran dalam sujud kepada Allah subhanahu wata’ala.
Baca Juga: Anti Pusing-Pusing Club, Ini Empat Tips Healing Hemat BujetSurat Ar-Ra'd ayat 28:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Memperbanyak doa dan sujud kepada Allah agar senantiasa mendapat tuntunan-Nya, dan dengan itu pulalah hatinya menjadi tenteram. Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram dan jiwa menjadi tenang, tidak merasa gelisah, takut, ataupun khawatir.
Self healing dengan mendirikan shalat adalah kebiasaan Rasulullah. Pada saat Nabi Muhammad sedang dalam peperangan atau perjalanan yang jauh, beliau memerintahkan kepada Bilal untuk beristirahat dengan shalat.
Baca Juga: Bukan Healing, Ini Kunci Kesehatan Jiwa Menurut Imam al GhazaliDari sahabat Hudzaifah Radhiyallahu anhu, ia berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى
Artinya: Bila kedatangan masalah, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengerjakan shalat. (Hadits hasan riwayat Ahmad dalam Musnad (5/388) dan Abu Dawud (2/35)
Shalat merupakan momen di mana Allah sangat dekat dengan hamba-Nya. Rasulullah menganjurkan agar memperbanyak doa ketika sedang bersujud dalam shalat.
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
Artinya: Seorang hamba akan menjadi paling dekat dengan Rabb-nya saat ia sedang sujud. Maka, perbanyaklah doa (di dalamnya). (HR Muslim Nomor 482, dari Abu Hurairah).
Baca Juga: Menag: Kontrak Pengadaan Konsumsi Jemaah Haji Masih Finalisasi(zhd)