Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Bukan Healing, Ini Kunci Kesehatan Jiwa Menurut Imam al Ghazali

mahmuda attar hussein Senin, 25 April 2022 - 20:20 WIB
Bukan Healing, Ini Kunci Kesehatan Jiwa Menurut Imam al Ghazali
Ilustrasi healing bagi kelompok anak muda zaman sekarang. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Kunci kesehatan jiwa menurut Imam al Ghazali adalah dengan melakukan perbuatan terpuji atau al-fadhilah. Jiwa yang sehat akan membawa seseorang cenderung untuk melakukan perbuatan terpuji secara alami.

Dosen Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (FIAI UII), Asmuni menjelaskan, dalam kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghazali, ketika jiwa menafikan al-fadhilah, kemudian melihat ke perbuatan yang tidak terpuji, menunjukkan jiwa yang sakit atau tidak sehat.

"Artinya ada relasi kuat antara jiwa yang sehat dengan amal perbuatan utama atau istimewa. Jiwa dengan akhlak terpuji memiliki hubungan yang sangat penting," kata dia seperti dilansir laman UII, Senin (25/4/2022).

Baca Juga: Jangan Cengeng di Usia Produktif, Pahami dulu Makna Healing

Menurutnya, jiwa yang sakit akan condong kepada perbuatan kejelekan. Padahal sesungguhnya jiwa tidak menghendaki perbuatan buruk.

Menurut Imam Ghazali, jelas dia, manusia memiliki kemampuan untuk mengalahkan godaan untuk berbuat buruk. Hingga pada akhirnya sampai kepada istikamah, yang dapat diartikan sebagai kesehatan jiwa.

Mengobati jiwa yang sakit

Asmuni mengatakan, orang yang cenderung meninggalkan ketenangan berarti menunjukkan bahwa jiwanya sedang sakit.

Adapun cara mengobatinya yakni dengan menghapus atau meninggalkan ar-razilah (kejelekan). Dihapus sedemikian rupa untuk berusaha menarik al-fadhilah (keutamaan).

“Ketika kita dihiasi dengan ar-razilah maka obatnya adalah al-fadhilah,” tegas Asmuni.

Seseorang juga tidak boleh melampaui batas dalam melakukan kegiatan yang utama (al-fadhilah). Namun, harus seimbang dengan kehidupan sosial yang nyata, sampai bertemu fase ketenangan.

Hal itu dapat disempurnakan melalui pendidikan, membersihkan atau memurnikan akhlak dan banyak menambah ilmu. Termasuk puasa yang dipandang dapat menyeimbangkan batin manusia.

“Inilah yang sebetulnya fungsi puasa, tidak terlena dengan aspek-aspek yang sifatnya materi, tapi juga mementingkan rohani," tegas Asmuni.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)