LANGIT7.ID, Jakarta - Kata
healing seringkali digunakan generasi muda sebagai hadiah atau apresiasi diri usai melakukan pekerjaan kantor atau pun menjalankan bisnis yang cukup sulit.
Di sisi lain, healing ini disebut juga sebagai obat depresi, gangguan mental, dan lainnya. Namun salah kalau kata ini ditujukan untuk mereka yang manja melakoni peran di usia produktif.
Praktisi Bisnis
Rhenald Kasali menjelaskan, perlu analisis lebih lanjut terkait alasan generasi muda untuk healing.
Baca Juga: Perhatikan Tiga Hal Ini untuk Eksplorasi Minat Baru"Dalam hal ini self diagnosis seringkali ditemui, akibat banyaknya anak muda sekarang yang merasa mandiri dan serba tahu karena media sosial," katanya dikanal YouTube Prof Rhenald Kasali, dikutip Jumat (4/3/2022).
Menurut dia, media sosial membuat generasi muda terpapar info dengan kata-kata yang sangat populer. Selanjutnya, mereka mulai mencocokkan dirinya dengan apa yang dikatakan di dalam media sosial.
Kecocokan itu lah yang akhirnya dikatakan bahwa mereka butuh healing. Padahal, healing tidak sesederhana itu.
"Healing adalah sebuah proses yang diperlukan untuk mengatasi sebuah luka psikologis di masa lalu. Kita menyebutnya sebagai luka batin, di mana ada sebuah kejadian di masa lalu yang membekas dan proses penyembuhannya diperlukan agar bisa menjalankan kehidupan lebih baik," kata dia.
Jika seseorang mengalami banyak hal sampai setiap harinya mengganggu produktivitas, maka dalam hal ini membutuhkan pihak lain untuk menyelesaikannya.
Namun, karena media sosial memberikan informasi yang sangat kaya, membuat seseorang meyakini bisa menyelesaikan persoalannya sendiri.
"Ini adalah self diagnosis, tidak hanya terjadi pada kaum muda, tapi juga orang dewasa. Sebab, seringkali mereka menyimpulkan segala sesuatunya berdasarkan informasi di internet," ujar dia.
Begitu juga dengan istilah quarter life crisis, atau mereka yang overthinking di usia 25 tahun. Di mana kebanyakan mereka merasa cemas melihat rekannya sudah mampu mendapatkan capaian lebih.
Di antaranya seperti karir, menikah, dan kepemilikan aset. Rhenald menjelaskan, faktor ini juga sering dijadikan alasan bagi generasi muda untuk healing.
(bal)