LANGIT7.ID, Jakarta - Teradapat 3 cara tetap produktif agar terhindar dari
gangguan mental. Kesibukan dan aktivitas harian tak menjamin seseorang dianggap melakukan hal produktif.
Senior trainer sekaligus
business coach, Wasmin Al Risyad mengatakan, seorang disebut produktif bila memenuhi 3 unsur ini.
"Jika tidak memenuhinya, dia tidak bisa disebut produktif meskipun sibuk. Tetapi hasilnya hanya berjalan di tempat," kata Wasmin dalam diskusi yang diikuti
Langit7 beberapa waktu lalu.
Baca Juga: 5 Cara Membuat Aktivitas Anak Lebih Produktif, Yuk Dicoba MomsDia menyebut, terkadang ada orang yang terlihat santai tapi bisa menghasilkan. Sebab dia tahu tahu parameter disebut produktif atau tidak.
Berikut 3 parameter produktif tersebut;
1. Efektif Menurut dia, orang disebut produktif jika memenuhi unsur efektif. Hal ini berhubungan dengan tercapainya target, misal ketika membuat sesuatu akan disebut efektif jika hasilnya banyak.
Namun, perlu diingat efektif saja tidak cukup, sebab meski hasilnya banyak tetapi melibatkan alat-alat yang besar sehingga membuat tenaga yang harusnya keluar sekian kalori menjadi terkuras banyak. Maka, hal tersebut jadi tidak efisien.
2. EfisienHasil yang disebutkan tidak efisien, ketika sesuatu yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang didapatkan.
"Harusnya belanja di tempat-tempat yang lebih murah tetapi kita belanja di supermarket, akhirnya tidak balik modal. Itulah yang namanya tidak efisien karena inputnya tidak sesuaikan dengan output," katanya.
"Berbicara efektif berarti berhubungan dengan output. Outputnya banyak, dan kuantitasnya besar itu disebutnya efektif, tetapi kalau tidak efisien itu disebut tidak produktif. Jadi kalau ada orang menghasilkan sekian produk, tetapi dilihat inputnya juga besar jadinya tidak efisien, berarti tidak produktif dia. Itu yang disebut jalan di tempat," lanjut Wasmin.
3. Berkualitas Kemudian, berkualitas. Hal ini hubungannya dengan memenuhi ekspektasi pengguna atau pelanggan. Jika dalam rumah tangga, ketika suami memenuhi keinginan istri, maka berkualitas kehidupan mereka.
Meski begitu, ia tidak memungkiri kualitas hidup setiap orang akan terus meningkat. Namun, seperti itu lah tujuan kehidupan yang disebut quality offline, sebab sebetulnya definisi sukses tidak ada.
"Kalau digali lebih mendalam, sukses itu adalah peningkatan kualitas hidup secara berkesinambungan. Makanya sukses setiap orang itu berbeda-beda. Jangan menganggap remeh dengan orang yang bangga sekali bisa membelikan sepeda ke anaknya,karena itu sebuah kualitas pencapaian yang didapat dibandingkan sebelumnya, yang mana susah banget," katanya.
"Jadi, jangan membandingkan kesuksesan orang lain dengan kesuksesan Anda karena setiap orang memiliki definisi sukses tersendiri. Bandingkanlah kesuksesan Anda dengan diri Anda yang dulu. Maka itu, definisi produktivitas ini sesuai banget dengan hadis yang mengatakan jika seseorang sama dengan kemarin dia disebut rugi. Kalau orang yang lebih baik dari kemarin disebutnya untung," pungkas Wasmin.
(bal)