LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5 cara untuk menjadikan
aktivitas anak lebih produktif. Metode ini terbilang ampuh dan bisa memberikan dampak manfaat yang positif bagi buah hati.
Produktivitas adalah kunci sukses bagi setiap orang.
Orang produktif tahu cara mengatur waktu, bertanggungjawab dan menyelesaikan tugas mereka secara tepat waktu dan efektif.
Namun sayangnya, produktif adalah keterampilan yang tidak dimiliki kebanyakan orang sejak lahir. Sebab,
produktivitas didapatkan dari proses belajar.
Baca Juga: Selain Konsisten, Ini Cara Buat Batasan Sehat pada AnakUntuk itu mengajarkan sedini mungkin kepada anak agar lebih produktif akan membawa manfaat positif. Melansir entrepreneur.com, berikut 5 cara menjadikan aktivitas anak lebih produktif:
1. Buat daftar kegiatanUntuk mengajarkan anak lebih produktif, maka mereka bisa dibiasakan membuat daftar kegiatan setiap harinya. Kemudian, latih mereka untuk menuntaskan setiap kegiatan atau pekerjaan mereka sesuai jadwal.
Menulis daftar tugas sehari-hari diketahui dapat meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kesehatan mental seseorang. Selain itu, mereka juga akan terlatih menyelesaikan tugas mereka dengan baik.
2. Jadikan teknologi lebih bermanfaatBerdasarkan laporan Common Sense Media, sebanyak 50 persen remaja kecanduan terhadap ponsel. Walaupun teknologi berperan penting dalam penunjang pekerjaan, tapi kecanduan akan hal yang tak produktif tentu berbahaya.
Kecanduan teknologi dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan sejumlah masalah mental dan fisik lainnya. Untuk itu, ajarkan anak-anak untuk bisa menggunakan teknologi secara produktif.
Caranya, unduhlah beberapa aplikasi pendidikan ke perangkat mereka. Lantas minta mereka lebih sering mengaksesnya ketimbang media sosial.
3. Perbanyak latihan fisikOlahraga bisa menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan juga baik bagi kesehatan. Olahraga membantu membangun tulang dan otot kuat, yang dibutuhkan anak-anak.
Olahraga juga dapat mengurangi risiko penyakit, membantu menjaga suasana hati lebih positif, dan meningkatkan energi. Menjadi tanggungjawab orang tua untuk mengajari anak-anak berolahraga agar mereka tetap sehat.
4. Perkenalkan pekerjaan rumah tanggaWaktu terbaik untuk mengajari anak-anak pekerjaan rumah tangga adalah ketika mereka masih kecil. Bahkan menurut penelitian, anak-anak yang mengerjakan tugas rumah tangga memiliki peluang sukses lebih besar di kemudian hari.
Caranya, berikan mereka contoh mengerjakan dan menyelesaikan tugas rumah tangga daripada hanya memerintahnya. Atau Sahabat juga bisa melatih mereka dengan menuntaskan pekerjaan rumah tangga secara bersama-sama.
5. Ajarkan menghadirkan solusiSetiap pekerjaan memiliki tantangan dan risiko yang berbeda. Di sinilah anak harus bisa menghadirkan solusi dalam masalah yang mereka hadapi.
Sahabat perlu melatih anak-anak agar mereka dapat menghadapi frustrasi ketika mendapati sebuah tantangan. Sehingga mereka dapat menuju kepada keberhasilan menyelesaikan tugas dan mampu menangani potensi kegagalan.
(bal)