Status Gunung Semeru Melemah ke Level Siaga
Ummu hani
Sabtu, 10 Desember 2022 - 23:30 WIB
Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid menyatakan aktivitas status gunung api Semeru di Lumajang, Jawa Timur mulai melemah. Setelah satu minggu awas, kini gunung api Semeru melemah ke status level III (Siaga) terhitung sejak (9/12).
"Mengingat karakteristik erupsi Gunung Semeru, potensi ancaman bahaya, hasil pemantauan visual dan kegempaan, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru dapat diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga)," kata Wafid dalam keterangannya, Sabtu (10/12/22).
Tingkat aktivitas Semeru akan ditinjau kembali jika terdapat kemunculan gempa-gempa vulkanik dan deformasi berkaitan dengan proses supply magma ke permukaan (Gempa Low Frequency, Tremor, Tiltmeter dan GPS) dalam kecenderungan signifikan.
Baca Juga:Gunung Semeru Alami Erupsi 24 Kali dalam Sehari
Meski demikian, Semeru masih tertutup kabut sehingga asap kawah tidak teramati. Kondisi saat ini di sekitar gunung api juga masih mendung, namun angin lemah ke arah timur laut.
Magma Indonesia Kementerian ESDM mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru.
"Sementara di luar jarak itu, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," bunyi pernyataan Magma Indonesia.
"Mengingat karakteristik erupsi Gunung Semeru, potensi ancaman bahaya, hasil pemantauan visual dan kegempaan, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru dapat diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga)," kata Wafid dalam keterangannya, Sabtu (10/12/22).
Tingkat aktivitas Semeru akan ditinjau kembali jika terdapat kemunculan gempa-gempa vulkanik dan deformasi berkaitan dengan proses supply magma ke permukaan (Gempa Low Frequency, Tremor, Tiltmeter dan GPS) dalam kecenderungan signifikan.
Baca Juga:Gunung Semeru Alami Erupsi 24 Kali dalam Sehari
Meski demikian, Semeru masih tertutup kabut sehingga asap kawah tidak teramati. Kondisi saat ini di sekitar gunung api juga masih mendung, namun angin lemah ke arah timur laut.
Magma Indonesia Kementerian ESDM mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru.
"Sementara di luar jarak itu, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," bunyi pernyataan Magma Indonesia.