home wisata halal

Kemenparekraf Perkuat Kolaborasi Wujudkan Destinasi Geopark di Indonesia

Sabtu, 17 Desember 2022 - 17:35 WIB
Geopark Suoh di Kabupaten Lampung Barat, Lampung. (Foto: Instagram/@geoparksuoh)
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus memperkuat upaya terwujudnya destinasi Geopark di Indonesia. Salah satunya dengan meningkatkan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Berbasis Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu mengatakan, wisata geopark memiliki potensi besar menarik wisatawan. Wisata geopark merupakan konsep wisata berbasis keunggulan atau keunikan geologis yang dimiliki suatu tempat.

"Betapa pentingnya wisata geopark ini dalam mengembangkan pariwisata daerah dan kita menyadari bahwa daerah memiliki resources geopark ini. Oleh karena itu kita harus kembangkan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat," kata Vinsensius dalam keterangannya, Sabtu (17/12/2022).

Baca Juga:Kemenparekraf Dukung Pemda Papua Barat Kembangkan Pariwisata dan Ekraf

Kemenparekrafdalam hal ini memberikan dukungan DAK Fisik Bidang Pariwisata TA 2022 dalam mengembangkan destinasi geopark, yakni sebesar Rp371.532.686.942.

Adapun lokasi DAK dalam mendukung Daya Tarik Wisata (DTW) geopark di antaranya UNESCO Global Geopark (UGG) Kaldera Toba, yang meliputi DTW Rumah Tanggal-Geosite Silalahi, Dairi, Sumatera Utara; Geosite Sipinsur, Humbahas, Sumatera Utara; Geosite Huta Ginjang, Taput, Sumatera Utara; dan Pusat Informasi Geopark Sigulatti, Samosir, Sumatera Utara. Selain itu juga ada UGG Maros Pangkep, yang meliputi DTW Air Terjun Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan.

Meski demikian, Vinsensius mengungkapkan kendala dalam pengembangan geopark. Di antaranya clear and clean lahan, masterplan/site plan DTW geopark, komitmen dari pemerintah kabupaten dalam mendukung geopark yang seharusnya mengajukan usulan DTW Geopark.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kemenparekraf destinasi wisata geopark kolaborasi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya