LANGIT7.ID, Jakarta -
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus memperkuat upaya terwujudnya destinasi Geopark di Indonesia. Salah satunya dengan meningkatkan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Berbasis Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu mengatakan, wisata
geopark memiliki potensi besar menarik wisatawan. Wisata geopark merupakan konsep wisata berbasis keunggulan atau keunikan geologis yang dimiliki suatu tempat.
"Betapa pentingnya wisata geopark ini dalam mengembangkan pariwisata daerah dan kita menyadari bahwa daerah memiliki resources geopark ini. Oleh karena itu kita harus kembangkan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat," kata Vinsensius dalam keterangannya, Sabtu (17/12/2022).
Baca Juga: Kemenparekraf Dukung Pemda Papua Barat Kembangkan Pariwisata dan EkrafKemenparekraf dalam hal ini memberikan dukungan DAK Fisik Bidang Pariwisata TA 2022 dalam mengembangkan destinasi geopark, yakni sebesar Rp371.532.686.942.
Adapun lokasi DAK dalam mendukung Daya Tarik Wisata (DTW) geopark di antaranya UNESCO Global Geopark (UGG) Kaldera Toba, yang meliputi DTW Rumah Tanggal-Geosite Silalahi, Dairi, Sumatera Utara; Geosite Sipinsur, Humbahas, Sumatera Utara; Geosite Huta Ginjang, Taput, Sumatera Utara; dan Pusat Informasi Geopark Sigulatti, Samosir, Sumatera Utara. Selain itu juga ada UGG Maros Pangkep, yang meliputi DTW Air Terjun Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan.
Meski demikian, Vinsensius mengungkapkan kendala dalam pengembangan geopark. Di antaranya
clear and clean lahan, masterplan/site plan DTW geopark, komitmen dari pemerintah kabupaten dalam mendukung geopark yang seharusnya mengajukan usulan DTW Geopark.
"Kendala
clear and clean ini sering sekali terjadi, menimbulkan permasalahan seperti adanya akuisisi lahan. Ini harus dibenahi," ujar Vinsensius.
Baca Juga: Geosite Open Pit Nam Salu Jadi Warisan Geologi Terbesar di Asia TenggaraPada 2023, lanjut Vinsensius, Kemenparekraf telah mempersiapkan dukungan DAK Fisik pengembangan destinasi geopark, yakni berdasarkan hasil kesepakatan dengan DPR RI saat rapat Panja pada 21 September 2022, DAK Geopark yang termasuk dalam DAK Pariwisata 2023 adalah Rp238 miliar. Alokasi DAK geopark tertuju ke 6 UGGp, 13 geopark nasional, dan dua aspiring geopark nasional.
Proses berikutnya adalah penyusunan rencana kegiatan (RK) oleh Pemerintah Daerah yang perlu dikawal oleh kementerian/lembaga (K/L). Selanjutnya, BP Geopark dan Pemda perlu memberikan dokumen pendukung seperti DED ke Kemenparekraf/Bappenas sebagai persyaratan kelengkapan dokumen.
Sementara itu, Direktur IPEK Bappenas, Teguh Sambodo, menyampaikan pemerintah daerah perlu menyiapkan readiness criteria dan kriteria teknis yang sudah ditetapkan. Hal itu agar usulan pemerintah daerah dapat diproses, dikurasi, dinilai, dan dianggarkan untuk mendapatkan alokasi DAK.
"Manfaat dari pembangunan obyek wisata/DTW melalui DAK dapat tercermin dari kualitas dokumen perencanaan yang menjadi readiness criteria (RC) DAK, yaitu masterplan, siteplan, dan DED. Perlu upaya dan keseriusan dari pemerintah daerah dalam mempersiapkan dokumen RC yang berkualitas," ucap Teguh.
Baca Juga: Pemkab Lampung Barat dan Unpad Gali Potensi Geopark Suoh(gar)