Pemilu 2024
Erick Thohir Dinilai Layak Masuk Sebagai Kandidat Cawapres 2024
Hasanah syakim
Selasa, 20 Desember 2022 - 04:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (foto: istimewa)
Mantan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany Alatas menilai sosok Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir layak untuk maju sebagai calon wakil presiden (Cawapres) pada Pemilu 2024.
MenurutTsamara, Erick Thohir merupakan talenta terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Bahkan Tsamara menyebut, kepemimpinan Erick Thohir sukses membawa dampak positif bagi masyarakat.
"Beliau orang terbaik yang bisa dimiliki oleh Presiden, siapa pun nanti presidennya. Jadi, sempurna banget gitu," kata Tsamara dalam keterangan tertulisnya Senin (19/12/2022).
Baca juga:Pramono Anung Minta ASN Jaga Netralitas Jelang Tahun Politik
Tsamara mengungkapkan di bawah kepemimpinan Erick Thohir, BUMN berhasil memperoleh kenaikan laba signifikan. "Pada tahun 2021, laba BUMN berhasil menyentuh angka Rp124,7 triliun naik 838,2 persen dibandingkan 2020 sebesar Rp13,3 triliun," terangnya.
Jika melihat secara konsolidasi, ungkap Tsamara, pendapatan BUMN pada tahun 2021 juga mengalami kenaikan signifikan, menjadi Rp2.292,5 triliun atau tumbuh 18,8 persen dibandingkan dengan data pada tahun 2020.
MenurutTsamara, Erick Thohir merupakan talenta terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Bahkan Tsamara menyebut, kepemimpinan Erick Thohir sukses membawa dampak positif bagi masyarakat.
"Beliau orang terbaik yang bisa dimiliki oleh Presiden, siapa pun nanti presidennya. Jadi, sempurna banget gitu," kata Tsamara dalam keterangan tertulisnya Senin (19/12/2022).
Baca juga:Pramono Anung Minta ASN Jaga Netralitas Jelang Tahun Politik
Tsamara mengungkapkan di bawah kepemimpinan Erick Thohir, BUMN berhasil memperoleh kenaikan laba signifikan. "Pada tahun 2021, laba BUMN berhasil menyentuh angka Rp124,7 triliun naik 838,2 persen dibandingkan 2020 sebesar Rp13,3 triliun," terangnya.
Jika melihat secara konsolidasi, ungkap Tsamara, pendapatan BUMN pada tahun 2021 juga mengalami kenaikan signifikan, menjadi Rp2.292,5 triliun atau tumbuh 18,8 persen dibandingkan dengan data pada tahun 2020.