Viral Unggahan Desa Wisata Sade sebagai Scamming Village, Sandiaga Beri Penjelasan
Hasanah syakim
Rabu, 21 Desember 2022 - 18:57 WIB
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (foto: Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya terus memperkuat pelatihan dan pendampingan bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif terutama di desa wisata. Langkah ini dilakukan agar pengelola desa wisata bisa memberikan pelayanan maksimal kepada wisatawan.
Terkait video viral dari seorang wisatawan mancanegara (wisman), Sandiaga menyebut Desa Wisata Sade sebagai "Scamming Village. Dirinya juga meyakini bahwa Desa Wisata Sade adalah desa yang indah, dengan kekayaan budaya dan ekonomi kreatif serta masyarakatnya.
"Saya sudah beberapa kali ke sana dan kita akan terus lakukan pendampingan dan pelatihan termasuk peningkatan kemampuan bahasa Inggris masyarakat," ujar Sandiaga dikutip Rabu (21/12/2022).
Baca juga:Tempat Wisata Camping di Puncak, Yuk Liburan Seru Akhir Tahun
Menurutnya, persepsi yang disampaikan seorang wisman di media sosial tentang Desa Wisata Sade adalah kesalahan persepsi dan komunikasi. Dengan begitu, Sandiaga mengapresiasi gerak cepat dari masyarakat Desa Wisata Sade termasuk anggota tim Monev KEK Kemenparekraf yang menaruh perhatian lebih atas isu ini.
"Sebelumnya yang terjadi adalah salah persepsi karena kedua pihak tidak berkomunikasi dengan baik dan lancar, sehingga terjadi penggiringan opini terhadap Desa Wisata Sade yang dikesankan tidak memperlakukan wisatawan dengan baik," ungkapnya.
Dengan demikian, Sandiaga mengatakan bahwa pihaknya berupaya meningkatkan kemampuan komunikasi masyarakat di dalamnya. Pendampingan ini kata Sandiaga, nantinya juga akan melibatkan Poltekpar Lombok.
Terkait video viral dari seorang wisatawan mancanegara (wisman), Sandiaga menyebut Desa Wisata Sade sebagai "Scamming Village. Dirinya juga meyakini bahwa Desa Wisata Sade adalah desa yang indah, dengan kekayaan budaya dan ekonomi kreatif serta masyarakatnya.
"Saya sudah beberapa kali ke sana dan kita akan terus lakukan pendampingan dan pelatihan termasuk peningkatan kemampuan bahasa Inggris masyarakat," ujar Sandiaga dikutip Rabu (21/12/2022).
Baca juga:Tempat Wisata Camping di Puncak, Yuk Liburan Seru Akhir Tahun
Menurutnya, persepsi yang disampaikan seorang wisman di media sosial tentang Desa Wisata Sade adalah kesalahan persepsi dan komunikasi. Dengan begitu, Sandiaga mengapresiasi gerak cepat dari masyarakat Desa Wisata Sade termasuk anggota tim Monev KEK Kemenparekraf yang menaruh perhatian lebih atas isu ini.
"Sebelumnya yang terjadi adalah salah persepsi karena kedua pihak tidak berkomunikasi dengan baik dan lancar, sehingga terjadi penggiringan opini terhadap Desa Wisata Sade yang dikesankan tidak memperlakukan wisatawan dengan baik," ungkapnya.
Dengan demikian, Sandiaga mengatakan bahwa pihaknya berupaya meningkatkan kemampuan komunikasi masyarakat di dalamnya. Pendampingan ini kata Sandiaga, nantinya juga akan melibatkan Poltekpar Lombok.