home global news

Green Waqf, Upaya Hijaukan Kembali 14 Juta Hektar Lahan Kritis Indonesia

Ahad, 22 Agustus 2021 - 20:00 WIB
Ilustrasi lahan kritis di Indonesia. Foto: Langit7/Istock
Indonesia memiliki lahan seluas 14 juta hektar yang masuk ke dalam kategori kritis dan sangat kritis. Lahan tersebut dikhawatirkan menyebabkan beberapa masalah terkait perubahan iklim yang ada saat ini, seperti kekeringan pada musim kemarau, serta banjir dan longsor pada musim penghujan.

Inisiator Green Waqf sekaligus Chairman di New Energy Asia, Muhaimin Iqbal mengatakan, pihaknya telah melakukan perhitungan untuk menghijaukan kembali lahan dalam kondisi kritis dan sangat kritis tersebut. Namun, temuannya menyebutkan akan terasa cukup sulit jika penghijauan dilakukan secara komersial.

“Penilaian kami, yang paling memungkinkan adalah melalui wakaf. Sebab, sangat sulit mendapatkan bantuan secara sukarela dalam hal ini. Kami putuskan yang bisa menanami 14 juta hektar lahan kritis dan sangat kritis ini harus melalui konsep wakaf. Sebab, dalam konsep ini setiap masyarakat tidak melakukan hitung-hitungan,” ujarnya saat Launching Green Waqf secara virtual, Minggu (22/8).

Baca juga:Terapkan Konsep Hijau, Bandara YIA Raih Gold Greenship Award

Wakaf ini menjadi bagian sedekah jariyah yang bagi ummat Islam memiliki manfaat yang cukup besar. Penghijauan yang dilakukan melalui tanam pohon, manfaatnya dapat dirasakan banyak makhluk yang ada, mulai dari oksigen, buah, tempat bernaung, dan lainnya.

“Dalam Islam menujukkan sebuah kebaikan, sama dengan berbuat kebaikan itu sendiri. Jadi mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa membawa kebaikan untuk kita semua,” ujarnya.

Dari penelusurannya, ia menilai tanaman Nyamplung menjadi pilihan utama pada tahap awal untuk mulai melakukan penanaman. Tanaman ini sudah diperkenalkan sejak Islam masuk di Pulau Jawa dan dibawa oleh Wali Songo.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
lahan kritis indonesia green waqf lingkungan lingkungan hidup
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya