Berbagi saat Pandemi, Aksi Komunitas Bergerak Membantu Sesama
Fajar adhitya
Senin, 23 Agustus 2021 - 03:05 WIB
Ilustrasi bantuan untuk warga terdampak Covid. (Foto: iStock).
Berbagai gerakan berbagai untuk warga merupakan contoh kepedulian sesama saat pandemi Covid-19. Aksi-aksi serupa banyak muncul di berbagai daerah untuk membantu mereka yang terkena dampak wabah Corona di Indonesia.
Pola dan cakupan kegiatannya rata-rata bersifat swadaya dan spontanitas dari perseorangan, berkelompok dari unsur pertemanan, teman dengan hobi yang sama, sesama warga di satu RT, RW bahkan lebih besar lagi.
Sejak pandemi Covid-19 merebak pada Maret 2020 ini, hampir semua sektor kehidupan terdampak. Kehidupan ekonomi dan sosial kemasyarakatan dua di antaranya yang benar-benar terimbas pengaruh besar.
Baca Juga: Muharram, Komunitas Sayangi Sesama Berbagi ke 1.000 Yatim Dhuafa
Jika dicermati sejak awal pandemi, hal mendasar menjadi pemicu dari berbagai gerakan komunitas untuk berbagi kepada sesama ini adalah kebutuhan mendasar yakni pangan. Kondisi ini berdampak pada kelompok rentan.
Mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri, tentu membutuhkan dukungan logistik yang memadai agar bisa bertahan dan mampu melawan Covid-19. Jadi wajar bila berbagai gerakan sosial menyasar kebutuhan dasar ini.
Gerakan aneka komunitas berbagi makan ini yang diakui atau tidak, sempat masif di masyarakat, sempat mengundang pernyataan dari pakar gizi komunitas dr Tan Shot Yen. Dia menilai bahwa pandemi bukanlah bencana yang sifatnya sementara seperti banjir, gempa dan lain-lain.
Pola dan cakupan kegiatannya rata-rata bersifat swadaya dan spontanitas dari perseorangan, berkelompok dari unsur pertemanan, teman dengan hobi yang sama, sesama warga di satu RT, RW bahkan lebih besar lagi.
Sejak pandemi Covid-19 merebak pada Maret 2020 ini, hampir semua sektor kehidupan terdampak. Kehidupan ekonomi dan sosial kemasyarakatan dua di antaranya yang benar-benar terimbas pengaruh besar.
Baca Juga: Muharram, Komunitas Sayangi Sesama Berbagi ke 1.000 Yatim Dhuafa
Jika dicermati sejak awal pandemi, hal mendasar menjadi pemicu dari berbagai gerakan komunitas untuk berbagi kepada sesama ini adalah kebutuhan mendasar yakni pangan. Kondisi ini berdampak pada kelompok rentan.
Mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri, tentu membutuhkan dukungan logistik yang memadai agar bisa bertahan dan mampu melawan Covid-19. Jadi wajar bila berbagai gerakan sosial menyasar kebutuhan dasar ini.
Gerakan aneka komunitas berbagi makan ini yang diakui atau tidak, sempat masif di masyarakat, sempat mengundang pernyataan dari pakar gizi komunitas dr Tan Shot Yen. Dia menilai bahwa pandemi bukanlah bencana yang sifatnya sementara seperti banjir, gempa dan lain-lain.