Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home community detail berita

Berbagi saat Pandemi, Aksi Komunitas Bergerak Membantu Sesama

fajar adhitya Senin, 23 Agustus 2021 - 03:05 WIB
Berbagi saat Pandemi, Aksi Komunitas Bergerak Membantu Sesama
Ilustrasi bantuan untuk warga terdampak Covid. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Berbagai gerakan berbagai untuk warga merupakan contoh kepedulian sesama saat pandemi Covid-19. Aksi-aksi serupa banyak muncul di berbagai daerah untuk membantu mereka yang terkena dampak wabah Corona di Indonesia.

Pola dan cakupan kegiatannya rata-rata bersifat swadaya dan spontanitas dari perseorangan, berkelompok dari unsur pertemanan, teman dengan hobi yang sama, sesama warga di satu RT, RW bahkan lebih besar lagi.

Sejak pandemi Covid-19 merebak pada Maret 2020 ini, hampir semua sektor kehidupan terdampak. Kehidupan ekonomi dan sosial kemasyarakatan dua di antaranya yang benar-benar terimbas pengaruh besar.

Baca Juga: Muharram, Komunitas Sayangi Sesama Berbagi ke 1.000 Yatim Dhuafa

Jika dicermati sejak awal pandemi, hal mendasar menjadi pemicu dari berbagai gerakan komunitas untuk berbagi kepada sesama ini adalah kebutuhan mendasar yakni pangan. Kondisi ini berdampak pada kelompok rentan.

Mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri, tentu membutuhkan dukungan logistik yang memadai agar bisa bertahan dan mampu melawan Covid-19. Jadi wajar bila berbagai gerakan sosial menyasar kebutuhan dasar ini.

Gerakan aneka komunitas berbagi makan ini yang diakui atau tidak, sempat masif di masyarakat, sempat mengundang pernyataan dari pakar gizi komunitas dr Tan Shot Yen. Dia menilai bahwa pandemi bukanlah bencana yang sifatnya sementara seperti banjir, gempa dan lain-lain.

Karena itu, kata dia, membagi-bagikan makanan bukanlah solusi yang tepat untuk dilakukan, tetapi penanganan masalah ini perlu melibatkan semua lembaga dan instansi secara nasional.

"Protokol nasional yang mestinya terjadi adalah luruskan jalan logistik. Seperti petani, peternak, nelayan, dan perkebunan sekarang menjadi tulang punggung ketahanan nasional," kata dr Tan.

Karena itu, sebaiknya dibuat dapur umum dan percayakan data penduduk dari RT dan RW karena merekalah garda terdepan pemilik data siapa yang paling membutuhkan.

Menurut dr Tan, dengan adanya dapur umum, kandungan gizi pada makanan yang diperoleh masyarakat bisa lebih terjamin karena diawasi oleh dinas kesehatan.

Disarankan juga agar masyarakat ikut terlibat dalam protokol kesehatan ini, sekaligus melibatkan semua unsur masyarakat yang bisa bergerak mulai dari pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) sampai remaja masjid dan karang taruna.

Terpenting, kegiatan itu juga harus dilakukan secara terstruktur, rutin dan rapi, sehingga semua orang bisa mendapatkan manfaatnya di tengah kesulitan pandemi ini.

"Bukan sporadis (tidak menentu) hanya untuk diliput televisi dan membuat orang ikut menyumbang karena perasaan bersalah," katanya.

Sumber: Antaranews

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)