Kisah Inspiratif Bidan Nurul, Mengabdi Sepenuh Hati di Pelosok Gowa
Ummu hani
Sabtu, 24 Desember 2022 - 22:05 WIB
Nurul Hidayah saat menceritakan kisahnya dalam Annual Report Dompet Dhuafa di acara Indonesia Giving Fest-Zakat Expo 2022, Sabtu (24/12/2022). (Foto: Langit7.id/Ummu)
Kisah inspiratif datang dari Nurul Hidayah, seorang bidan yang betugas di tepian negeri, Gowa, Sulawesi Selatan. Perjalanannya mengabdi untuk banyak orang bermula saat ia bergabung dengan program Bidan Pelosok Negeri, Dompet Dhuafa, sejak akhir Juli 2022.
Gowa dipilihnya jadi tempat mengabdi lantaran masih banyak ibu yang memilih melahirkan di rumah daripada memeriksakan kandungan ke dokter atau bidan.
"Angka kematian ibu dan bayi masih tinggi di desa Gowa. Tak sedikit juga bayi stunting di Gowa, jadi saya dikirim ke sana agar memerbaiki kondisi kelahiran di desa tersebut," ujar Nurul saat menceritakan kisahnya dalam Annual Report Dompet Dhuafa di Indonesia Giving Fest-Zakat Expo 2022, Sabtu (24/12/2022).
Baca Juga:Kisah Naja Sang Anak Ajaib, Derita Lumpuh Otak Tapi Hafal 30 Juz Al-Quran
Selama pengabdiannya di pelosok tidaklah mudah. Dia ditugaskan untuk menangani empat dusun di Gowa, dua di antaranya merupakan dusun yang memiliki akses sangat sulit.
Nurul mengatakan, akses pelosok Gowa rawan longsor itu bahkan hanya dapat dilewati oleh motor modifikasi warga. Sebab, kondisi jalan penuh tanah dan bebatuan.
"Jadi di sana masih jalan batu tepinya jurang. Sangat sulit untuk menjangkau penerima manfaat di sana. Tapi dengan niat, bismillah, saya hanya punya keinginan untuk membantu umat," ungkapnya.
Gowa dipilihnya jadi tempat mengabdi lantaran masih banyak ibu yang memilih melahirkan di rumah daripada memeriksakan kandungan ke dokter atau bidan.
"Angka kematian ibu dan bayi masih tinggi di desa Gowa. Tak sedikit juga bayi stunting di Gowa, jadi saya dikirim ke sana agar memerbaiki kondisi kelahiran di desa tersebut," ujar Nurul saat menceritakan kisahnya dalam Annual Report Dompet Dhuafa di Indonesia Giving Fest-Zakat Expo 2022, Sabtu (24/12/2022).
Baca Juga:Kisah Naja Sang Anak Ajaib, Derita Lumpuh Otak Tapi Hafal 30 Juz Al-Quran
Selama pengabdiannya di pelosok tidaklah mudah. Dia ditugaskan untuk menangani empat dusun di Gowa, dua di antaranya merupakan dusun yang memiliki akses sangat sulit.
Nurul mengatakan, akses pelosok Gowa rawan longsor itu bahkan hanya dapat dilewati oleh motor modifikasi warga. Sebab, kondisi jalan penuh tanah dan bebatuan.
"Jadi di sana masih jalan batu tepinya jurang. Sangat sulit untuk menjangkau penerima manfaat di sana. Tapi dengan niat, bismillah, saya hanya punya keinginan untuk membantu umat," ungkapnya.