Keutamaan Santuni Anak Yatim, Amalan yang Ditekankan Nabi SAW
Mahmuda attar hussein
Senin, 02 Januari 2023 - 08:35 WIB
Keutamaan Santuni Anak Yatim, Amalan yang Ditekankan Nabi SAW. (Foto: Istimewa).
Umat Islam sangat dianjurkan memuliakan anak-anak yatim. Nabi SAW sangat menekankan amalan tersebut, bahkan diberikan jaminan dekat dengannya kelak di akhirat.
Seorang anak dikatakan yatim bila dia dinyatakan telah kehilangan (kematian) ayah yang wajib menanggung nafkahnya. Adapun masa keyatiman sampai anak tersebut telah baligh dan tampak rusyd (kemandirian) pada dirinya.
Melansir laman Muhammadiyah, banyak hadis yang menganjurkan kita untuk memelihara dan menyantuni anak yatim. Hal ini menegaskan bahwa Rasulullah sangat ingin kaum muslimin bisa berbuat baik kepada mereka.
"Diriwayatkan dari Sahl, Rasulullah saw bersabda: Aku dan pemelihara anak yatim, di surga seperti ini. Lalu beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkan di antara keduanya sedikit." (HR Al-Bukhari).
Baca Juga: Belajar dari Halimah As-Sa'diyah, Keberkahan Rawat Anak Yatim
Ada pula hadis: "Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Pemelihara anak yatim kepunyaannya (masih ada hubungan keluarga) atau kepunyaan orang lain (tidak ada hubungan keluarga), dia dan aku seperti dua jari ini di surga. Lalu Malik mengisyaratkannya dengan jari telunjuk dan jari tengah." (HR Muslim).
Berdasarkan uraian dalil di atas, secara terperinci Nabi Muhammad tidak memberi contoh bagaimana cara menyantuni anak yatim.
Seorang anak dikatakan yatim bila dia dinyatakan telah kehilangan (kematian) ayah yang wajib menanggung nafkahnya. Adapun masa keyatiman sampai anak tersebut telah baligh dan tampak rusyd (kemandirian) pada dirinya.
Melansir laman Muhammadiyah, banyak hadis yang menganjurkan kita untuk memelihara dan menyantuni anak yatim. Hal ini menegaskan bahwa Rasulullah sangat ingin kaum muslimin bisa berbuat baik kepada mereka.
"Diriwayatkan dari Sahl, Rasulullah saw bersabda: Aku dan pemelihara anak yatim, di surga seperti ini. Lalu beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkan di antara keduanya sedikit." (HR Al-Bukhari).
Baca Juga: Belajar dari Halimah As-Sa'diyah, Keberkahan Rawat Anak Yatim
Ada pula hadis: "Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Pemelihara anak yatim kepunyaannya (masih ada hubungan keluarga) atau kepunyaan orang lain (tidak ada hubungan keluarga), dia dan aku seperti dua jari ini di surga. Lalu Malik mengisyaratkannya dengan jari telunjuk dan jari tengah." (HR Muslim).
Berdasarkan uraian dalil di atas, secara terperinci Nabi Muhammad tidak memberi contoh bagaimana cara menyantuni anak yatim.