Keren, Sistem Pergudangan Farmasi Ini Pakai Barcode ala Supermarket
Rio adi pratama
Senin, 23 Agustus 2021 - 22:30 WIB
Bupati Muba, Dodi Reza saat melakukan peninjauan di Gudang Farmasi Dinkes Muba, Senin (23/8). Foto: Humas Pemkab Muba
Di saat pandemi virus corona atau Covid-19 yang belum berakhir, vaksinasi, tracking, tracing dan testing untuk mendeteksi sebaran kasus Covid-19 terus digencarkan Pemkab Muba. Salah satu yang penting ialah pendukung untuk kegiatan vaksinasi dan lainnya, yakni gudang farmasi.
Unit yang dimiliki dinas kesehatan kabupaten setempat itu telah menjadi yang pertama di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dan menjadi yang kedua di Indonesia.
Kerennya, sistem pengelolaan distribusi gudang farmasi di sana, mulai dari penyusunan hingga pengambilan barang semuanya sudah berbasis teknologi dengan menggunakan barcode seperti di supermarket.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba, dr Azmi Dariusmansyah, MARS, mengatakan keberadaan ruang farmasi tersebut untuk mendukung segala kegiatan yang berhubungan dengan medis. Operasional gudang farmasi dijalankan oleh tim dinkes maupun dari rumah sakit.
“Jadi, kita desain dan kelola gudang farmasi terbaik dalam penyusunan, inventaris hingga distribusinya. Setiap detail barang yang keluar dan masuk semuanya terekam secara digital dan jaringan,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (23/8).
Keberadaan dan sistem pengelolaan distribusi gudang farmasi di Muba tersebut, lanjutnya, menjadi yang pertama di Bumi Sriwijaya dengan CDOB. Hal tersebut dapat dicapai lantaran semuanya sudah tersistem dan terencana dengan baik yang telah diakui BPOM.
“Bukan itu saja, itu juga karena dukungan serta kerja sama yang baik yang dilakukan oleh Pemkab Muba. Saat penyusunan dan pengambilan barang semuanya juga sudah berbasis teknologi, ada barcode. Jadi akan sangat mudah untuk mendeteksi barang-barang,” kata dia.
Unit yang dimiliki dinas kesehatan kabupaten setempat itu telah menjadi yang pertama di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dan menjadi yang kedua di Indonesia.
Kerennya, sistem pengelolaan distribusi gudang farmasi di sana, mulai dari penyusunan hingga pengambilan barang semuanya sudah berbasis teknologi dengan menggunakan barcode seperti di supermarket.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba, dr Azmi Dariusmansyah, MARS, mengatakan keberadaan ruang farmasi tersebut untuk mendukung segala kegiatan yang berhubungan dengan medis. Operasional gudang farmasi dijalankan oleh tim dinkes maupun dari rumah sakit.
“Jadi, kita desain dan kelola gudang farmasi terbaik dalam penyusunan, inventaris hingga distribusinya. Setiap detail barang yang keluar dan masuk semuanya terekam secara digital dan jaringan,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (23/8).
Keberadaan dan sistem pengelolaan distribusi gudang farmasi di Muba tersebut, lanjutnya, menjadi yang pertama di Bumi Sriwijaya dengan CDOB. Hal tersebut dapat dicapai lantaran semuanya sudah tersistem dan terencana dengan baik yang telah diakui BPOM.
“Bukan itu saja, itu juga karena dukungan serta kerja sama yang baik yang dilakukan oleh Pemkab Muba. Saat penyusunan dan pengambilan barang semuanya juga sudah berbasis teknologi, ada barcode. Jadi akan sangat mudah untuk mendeteksi barang-barang,” kata dia.