Resesi Ekonomi Bagian dari Ujian Keimanan, Hadapi dengan Penuh Tawakal
Muhajirin
Senin, 16 Januari 2023 - 12:35 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pakar Ekonomi Syariah, Imam Teguh Santoso, mengingatkan, umat Islam sebenarnya sudah diberi perangkat-perangkat untuk menghadapi segala ujian di muka bumi, termasuk ancaman resesi global 2023.
Bank Dunia sudah memprediksi kemungkinan terjadinya resesi ekonomi global pada 2023. Prediksi itu sudah dikeluarkan pada Oktober 2022 lalu. Prediksi itu semakin nyata dengan beberapa indikasi yang sudah terjadi seperti kenaikan suku bunga acuan secara agresif di berbagai bank sentral untuk meredam laju inflasi.
Ancaman resesi dan perlambatan ekonomi global bukan tantangan mudah. Terutama akibat ketegangan geopolitik yang berimbas pada disrupsi rantai pasok global. Itu berpotensi berimbas pada perekonomian domestik.
Baca Juga:Faisal Basri: Ekonomi Islam Bisa Jadi Solusi Inflasi
Teguh mengatakan, Islam sebagai agama kaffah sudah membekali umat Islam dalam menghadapi setiap masalah. Al-Qur’an diturunkan sebagai panduan hidup umat Islam. Iman harus dikedepankan dalam melihat fenomena resesi ekonomi 2023.
“Inilah yang biasa disebut bashirah. Tidak semua orang diberikan kekuatan atau kemampuan untuk bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi,” kata Teguh dalam Kajian Online Majelis Taklim XL yang diikuti Langit7, Ahad(15/1/2023).
Keimanan akan membuka hati setiap muslim untuk bertawakal. Itu mendatangkan ketenangan dalam diri, sehingga mampu memetakan masalah dan mencari solusi terbaik. Salah satu keyakinan yang bersumber dari iman seorang muslim adalah tidak ada satupun yang terjadi di alam semesta tanpa izin Allah.
Bank Dunia sudah memprediksi kemungkinan terjadinya resesi ekonomi global pada 2023. Prediksi itu sudah dikeluarkan pada Oktober 2022 lalu. Prediksi itu semakin nyata dengan beberapa indikasi yang sudah terjadi seperti kenaikan suku bunga acuan secara agresif di berbagai bank sentral untuk meredam laju inflasi.
Ancaman resesi dan perlambatan ekonomi global bukan tantangan mudah. Terutama akibat ketegangan geopolitik yang berimbas pada disrupsi rantai pasok global. Itu berpotensi berimbas pada perekonomian domestik.
Baca Juga:Faisal Basri: Ekonomi Islam Bisa Jadi Solusi Inflasi
Teguh mengatakan, Islam sebagai agama kaffah sudah membekali umat Islam dalam menghadapi setiap masalah. Al-Qur’an diturunkan sebagai panduan hidup umat Islam. Iman harus dikedepankan dalam melihat fenomena resesi ekonomi 2023.
“Inilah yang biasa disebut bashirah. Tidak semua orang diberikan kekuatan atau kemampuan untuk bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi,” kata Teguh dalam Kajian Online Majelis Taklim XL yang diikuti Langit7, Ahad(15/1/2023).
Keimanan akan membuka hati setiap muslim untuk bertawakal. Itu mendatangkan ketenangan dalam diri, sehingga mampu memetakan masalah dan mencari solusi terbaik. Salah satu keyakinan yang bersumber dari iman seorang muslim adalah tidak ada satupun yang terjadi di alam semesta tanpa izin Allah.