Jokowi Minta Kementerian Merespons Cepat Perubahan Dunia
Hasanah syakim
Senin, 16 Januari 2023 - 23:45 WIB
Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2022 (foto: Biro Pers Istana)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta para jajarannya untuk cepat tanggap dalam menghadapi perubahan global. Hal itu, disampaikannya saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2022, serta Rencana Program dan Anggaran 2023, Senin (16/01/2023)
“Yang paling penting, setiap perubahan yang ada di dunia harus kita respons secara cepat, kebijakan-kebijakan yang kita lakukan juga dari membaca dengan cepat dinamika-dinamika yang ada di dunia,” kata Jokowi dalam keterangannya Senin.
Lebih lanjut, Jokowi juga menyampaikan evaluasi mengenai kinerja ekonomi di tahun 2022 yang dinilai memiliki capaian positif, di tengah tekaanan eksternal dan kepentingan global yang memberikan ancaman berbagai risiko terhadap semua negara.
Baca juga:Indonesia Disebut Bakal Lewati Masa Resesi Ekonomi, Ini Alasannya
“Tahun turbulensi di tahun 2022 bisa kita lalui dengan baik, dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal III 5,72 persen, mungkin nanti akan jatuh di rata-rata tahunannya saya kira 5,2 atau 5,3 persen,” ungkapnya.
Selain itu, Jokowi mengatakan Indonesia juga mempu mencatatkan pertumbuhan sebesar 30,36 persen di sisi pendapatan. Kemudian, kata Jokowi tingkat inflasi juga dapat dikendalikan di angka 5,5 persen, sehingga dia meminta agar upata menekan inflasi dapat terus dilanjutkan di tahun 2023.
“Selain instrumen moneter di BI, saya juga minta Mendagri untuk terus melanjutkan agar daerah-daerah ikut bersama-sama berpartisipasi dalam menekan inflasi, agar bisa kita tekan sekecil mungkin,” kata Jokowi.
“Yang paling penting, setiap perubahan yang ada di dunia harus kita respons secara cepat, kebijakan-kebijakan yang kita lakukan juga dari membaca dengan cepat dinamika-dinamika yang ada di dunia,” kata Jokowi dalam keterangannya Senin.
Lebih lanjut, Jokowi juga menyampaikan evaluasi mengenai kinerja ekonomi di tahun 2022 yang dinilai memiliki capaian positif, di tengah tekaanan eksternal dan kepentingan global yang memberikan ancaman berbagai risiko terhadap semua negara.
Baca juga:Indonesia Disebut Bakal Lewati Masa Resesi Ekonomi, Ini Alasannya
“Tahun turbulensi di tahun 2022 bisa kita lalui dengan baik, dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal III 5,72 persen, mungkin nanti akan jatuh di rata-rata tahunannya saya kira 5,2 atau 5,3 persen,” ungkapnya.
Selain itu, Jokowi mengatakan Indonesia juga mempu mencatatkan pertumbuhan sebesar 30,36 persen di sisi pendapatan. Kemudian, kata Jokowi tingkat inflasi juga dapat dikendalikan di angka 5,5 persen, sehingga dia meminta agar upata menekan inflasi dapat terus dilanjutkan di tahun 2023.
“Selain instrumen moneter di BI, saya juga minta Mendagri untuk terus melanjutkan agar daerah-daerah ikut bersama-sama berpartisipasi dalam menekan inflasi, agar bisa kita tekan sekecil mungkin,” kata Jokowi.