LANGIT.ID, Jakarta - Indonesia disebut bisa melewati masa
resesi ekonomi. Alasannya karena berada di kawasan Asean dan bertetangga dengan negara-negara yang penuh kedamaian.
Ekonom Arif Budimanta menyebutkan, kunci membangun perekonomian yang baik adalah dengan perdamaian. Sebaliknya, perang justru berdampak buruk bagi
perekonomian karena bersifat destruktif dan merusak.
“Indonesia masih beruntung berada di kawasan Asean yang hidup dalam suasana damai," kata dia seperti dilansir
Muhammadiyah, Ahad (15/1/2023).
Menurutnya, lingkungan yang damai merupakan modal bagus untuk Indonesia dan negara di Asean untuk menghadapi situasi dan kondisi resesi. Di mana dampak resesi itu menyebabkan terjadinya inflasi, serta krisis pangan dan energi.
Apalagi Indonesia dilihat dari letak geografisnya berada di garis khatulistiwa. Matahari yang tak pernah berhenti menyinari negeri ini berpihak pada Indonesia dan rakyatnya.
"Kehadiran matahari begitu penting untuk pertumbuhan tanaman seperti sayur, buah, dan biji-bijian," ujarnya.
Implikasinya, lanjut dia, Indonesia diharapkan mampu menjadi cadangan dan lumbung pangan masyarakat global. Menurutnya, Indonesia punya kesempatan mendulang keuntungan karena berada di wilayah tropis.
Artinya ada potensi dari keberhasilan panen beras, jagung, dan makanan pokok lainnya lebih besar ketimbang negara-negara barat dengan iklim dinginnya.
Sementara dilihat dari indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia berada diangka sekitar 5 persen. Hal itu merupakan capaian baik di tengah tren pelemahan pertumbuhan ekonomi global.
"Dengan begitu Indonesia masih memiliki peluang lebih besar untuk dapat tumbuh lebih tinggi lagi," katanya.
Staf khusus presiden bidang ekonomi ini juga mengapresiasi kinerja pemerintah yang pada Maret 2022 berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga 9,7 persen.
Untuk itu, pihaknya sangat optimistis Indonesia bakal mampu melewati krisis pada 2023 ini.
"Optimisme diperlukan untuk memberikan keyakinan bahwa Indonesia merupakan negara yang besar dan mampu tumbuh lebih baik lagi," tambahnya.
(bal)