Rektor UMJ Minta PSSI Libatkan Lembaga Pendidikan untuk Revolusi Sepakbola
Muhajirin
Selasa, 17 Januari 2023 - 16:20 WIB
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Mamun Murod (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ma’mun Murod Al Barbasyi, meminta Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) melibatkan lembaga pendidikan dalam merevolusi dunia sepak bola Indonesia.
Jelang Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI menjadi momentum penting untuk memperbaiki dunia sepakbola Indonesia. Sudah ada beberapa nama Calon Ketum PSSI periode 2023-2027 yang beredar di publik seperti La Nyalla Mattalitti dan Erick Thohir.
Menurut Ma’mun, peningkatan kualitas sepakbola Indonesia bisa melalui pembinaan talenta muda dengan mendirikan sekolah sepak bola (SSB) sampai pelibatan dunia akademik, termasuk sekolah dan perguruan tinggi.
Baca Juga: Selain Erick Thohir dan La Nyalla, Ini 5 Kandidat Calon Ketum PSSI
"Pembinaan sepakbola usia dini, tentu di antaranya pendirian sekolah-sekolah sepakbola. Negara yang maju sepak bolanya dipastikan ditopang oleh pembinaan sepak bola usia dini yang mapan dan berkualitas,” ungkap Ma’mun, dikutip laman resmi Muhammadiyah, Selasa (17/1/2023).
Selain itu, dalam menghadapi tantangan dunia sepakbola yang kian kompleks, maka sudah seyogyanya pengurusan sepakbola melibatkan banyak pihak. Ini karena sepakbola bukan hanya sebagai olahraga, tapi juga mengandung industri entertain, passion, bahkan mata pencaharian.
“Kemudian, penting juga bagi pemerintah dan PSSI untuk bergandengan tangan melibatkan banyak pihak untuk melakukan revolusi persepakbolaan Indonesia, terutama melibatkan dunia pendidikan seperti sekolah dan kampus,” ujar Ma’mun.
Jelang Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI menjadi momentum penting untuk memperbaiki dunia sepakbola Indonesia. Sudah ada beberapa nama Calon Ketum PSSI periode 2023-2027 yang beredar di publik seperti La Nyalla Mattalitti dan Erick Thohir.
Menurut Ma’mun, peningkatan kualitas sepakbola Indonesia bisa melalui pembinaan talenta muda dengan mendirikan sekolah sepak bola (SSB) sampai pelibatan dunia akademik, termasuk sekolah dan perguruan tinggi.
Baca Juga: Selain Erick Thohir dan La Nyalla, Ini 5 Kandidat Calon Ketum PSSI
"Pembinaan sepakbola usia dini, tentu di antaranya pendirian sekolah-sekolah sepakbola. Negara yang maju sepak bolanya dipastikan ditopang oleh pembinaan sepak bola usia dini yang mapan dan berkualitas,” ungkap Ma’mun, dikutip laman resmi Muhammadiyah, Selasa (17/1/2023).
Selain itu, dalam menghadapi tantangan dunia sepakbola yang kian kompleks, maka sudah seyogyanya pengurusan sepakbola melibatkan banyak pihak. Ini karena sepakbola bukan hanya sebagai olahraga, tapi juga mengandung industri entertain, passion, bahkan mata pencaharian.
“Kemudian, penting juga bagi pemerintah dan PSSI untuk bergandengan tangan melibatkan banyak pihak untuk melakukan revolusi persepakbolaan Indonesia, terutama melibatkan dunia pendidikan seperti sekolah dan kampus,” ujar Ma’mun.