Terhenti 1,5 Tahun, Pembangunan Masjid Raya Al Jabbar Dilanjutkan
Fajar adhitya
Selasa, 24 Agustus 2021 - 16:45 WIB
Pembagunan Masjid Al Jabbar Bandung kembali dilanjutkan. (Foto: Dok Prov Jabar).
Pembangunan Masjid Raya Al Jabbar yang menjadi masji apung di Bandung kembali dilanjutkan. Proyek tersebut sempat terhenti selama 1,5 tahun akibat pandemi Covid-19.
“Pembangunan Masjid Raya Al Jabbar bisa kembali dilanjutkan setelah 1,5 tahun terhenti selama pandemi covid ini,” kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dalam akun instagramnya @ridwankamil, Selasa (24/8/2021).
Kelanjutan pembangunan masjid yang berlokasi di kawasan Gedebage, Kota Bandung itu akan dikerjakan oleh konsorsium kontraktor Adhi Karya dan Hutama Karya. Nantinya, Masjid Al Jabbar juga akan dilengkapi museum sebagai sarana edukasi.
Baca Juga: Masjid di Tengah Hutan Gowa Bak Istana, Sampai Dipasangi CCTV
“Akan ada museum Rasulullah dan museum Alquran di lantai dasarnya. Jika Allah lancarkan urusan, Insya Allah akan bisa diresmikan di akhir tahun depan. Aamiin.”
Masjid Al Jabbar dibangun di atas lahan seluas 25,99 hektare dengan konsep terapung di atas Embung Gedebage yang memiliki luas 7,2 hektare. Embung tersebut dapat menampung air sampai 270.000 meter kubik (m3) yang berfungsi untuk mengendalikan banjir, sumber air, dan konservasi.
Sebelum proyek terhenti akibat pandemi Covid-19, pembangunan Masjid Raya Al Jabbar sudah memasuki tahap ketiga yang meliputi pekerjaan detail eksterior dan interior, seperti taman, air mancur, dan fasilitas untuk difabel.
“Pembangunan Masjid Raya Al Jabbar bisa kembali dilanjutkan setelah 1,5 tahun terhenti selama pandemi covid ini,” kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dalam akun instagramnya @ridwankamil, Selasa (24/8/2021).
Kelanjutan pembangunan masjid yang berlokasi di kawasan Gedebage, Kota Bandung itu akan dikerjakan oleh konsorsium kontraktor Adhi Karya dan Hutama Karya. Nantinya, Masjid Al Jabbar juga akan dilengkapi museum sebagai sarana edukasi.
Baca Juga: Masjid di Tengah Hutan Gowa Bak Istana, Sampai Dipasangi CCTV
“Akan ada museum Rasulullah dan museum Alquran di lantai dasarnya. Jika Allah lancarkan urusan, Insya Allah akan bisa diresmikan di akhir tahun depan. Aamiin.”
Masjid Al Jabbar dibangun di atas lahan seluas 25,99 hektare dengan konsep terapung di atas Embung Gedebage yang memiliki luas 7,2 hektare. Embung tersebut dapat menampung air sampai 270.000 meter kubik (m3) yang berfungsi untuk mengendalikan banjir, sumber air, dan konservasi.
Sebelum proyek terhenti akibat pandemi Covid-19, pembangunan Masjid Raya Al Jabbar sudah memasuki tahap ketiga yang meliputi pekerjaan detail eksterior dan interior, seperti taman, air mancur, dan fasilitas untuk difabel.