LANGIT7.ID-Jakarta; Lima ETF emas syariah kini resmi tercatat dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Peluncuran instrumen tersebut menjadi bagian dari momentum perayaan hari ulang tahun ke-49 pasar modal Indonesia.
Kelima produk itu hadir melalui lima manajer investasi, yakni PT Syailendra Capital, PT Indo Premier Investment Management, PT BRI Manajemen Investasi, PT Trimegah Asset Management, dan PT Mandiri Manajemen Investasi.
Kehadiran ETF emas syariah ini sekaligus menandai terealisasinya wacana yang sebenarnya telah bergulir cukup lama. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengatakan instrumen tersebut sudah diwacanakan sejak 10-15 tahun lalu.
“Namun waktu itu belum dimungkinkan dengan undang-undang dan lain-lain,” jelas Friderica, dalam keterangannya di BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Kini, kelima ETF tersebut telah mendapat kesesuaian prinsip syariah berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Friderica menilai karakter tersebut membuat ETF emas dapat menjadi instrumen investasi yang praktis, likuid, dan sesuai prinsip syariah.
Di tengah volatilitas pasar, ETF emas juga dinilai dapat menjadi pilihan investasi safe-haven atau pelindung.
“Jadi ini bisa menjadi alternatif utama buat ibu-ibu, karena ibu-ibu suka emas,” kata Friderica.
Lima produk yang mulai diperdagangkan itu memiliki kode, jumlah penyertaan awal, harga, dan manajer investasi yang berbeda.
Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold menggunakan kode XSGO. Dalam pencatatan perdana, jumlah penyertaan awal mencapai 1.500.000 unit dengan harga Rp1.021 per unit penyertaan. Produk ini dikelola PT Syailendra Capital.
Berikutnya, XGLD atau Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia memiliki jumlah penyertaan awal 6.000.000 unit dengan harga Rp256 per unit penyertaan. Manajer investasinya adalah PT Indo Premier Investment Management.
Ada pula XDES - Reksa Dana Syariah BRI MI Gold ETF Syariah. Produk yang dikelola PT BRI Manajemen Investasi tersebut mencatat jumlah penyertaan awal 1.700.000 unit dengan harga Rp1.000 per unit penyertaan.
Sementara itu, Reksa Dana Syariah Trimegah Syariah ETF Emas menggunakan kode XTRA. Jumlah penyertaan awal dalam pencatatan perdana mencapai 48.000.000 unit dengan harga Rp248 per unit penyertaan. PT Trimegah Asset Management menjadi manajer investasi produk tersebut.
Produk kelima adalah XMES - Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas. Produk ini memiliki jumlah penyertaan awal 6.600.000 unit dengan harga Rp757 per unit penyertaan dan dikelola PT Mandiri Manajemen Investasi.
Dengan pencatatan dan perdagangan kelima produk tersebut di BEI pada awal pekan ini, ETF emas syariah yang sebelumnya telah diwacanakan selama 10-15 tahun kini hadir sebagai instrumen investasi yang disebut praktis, likuid, sesuai prinsip syariah, serta dapat menjadi pilihan safe-haven di tengah volatilitas pasar.
(lam)