35.000 Akun Pengguna Diretas, PayPal Imbau Pengguna Ganti Kata Sandi
Ummu hani
Jum'at, 20 Januari 2023 - 15:39 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Platform transfer uang dan pembayaran online, PayPal mengonfirmasi adaya kasus peretasan. Sekitar 35.000 akun milik pengguna PayPal telah diretas.
Peretas disinyalir telah mencuri sejumlah data dan informasi penting terkait akun-akun yang mereka bobol. Data dan informasi yang dicuri mencakup nama pengguna, tanggal lahir, alamat rumah, nomor kartu identitas, riwayat transfer, informasi kartu kredit serta kartu debit yang terhubung dengan akun, dan lainnya.
PayPal mengungkapkan, puluhan ribu akun yang diretas menggunakan metode credential stuffing. Metode tersebut merupakan serangan siber (cyber attack), di mana peretas membobol akun menggunakan beragam jenis kata sandi (password) yang sudah bocor di internet. Artinya, peretas membobol 35.000 akun pengguna PayPal, bukan sistemnya.
Baca juga:5 Tanda Keuangan Sedang Tak Sehat, Segera Tingkatkan Stabilitas
Menanggapi masalah ini,PayPal memberikan pengguna yang terkena dampak layanan pemantauan identitas dua tahun gratis dari Equifax. Perusahaan juga menyarankan agar pengguna PayPal mengubah kata sandi menggunakan string yang unik dan panjang.
Biasanya, kata sandi yang baik setidaknya sepanjang 12 karakter dan termasuk karakter dan simbol alfanumerik.
Selain me-reset password, PayPal memastikan pelaku credential stuffing tidak melakukan transaksi atau transfer uang melalui akun-akun tersebut.PayPal juga mengimbau para pengguna mengaktifkan fitur two-factor authentication (2FA) untuk menghindari peretasan.
Peretas disinyalir telah mencuri sejumlah data dan informasi penting terkait akun-akun yang mereka bobol. Data dan informasi yang dicuri mencakup nama pengguna, tanggal lahir, alamat rumah, nomor kartu identitas, riwayat transfer, informasi kartu kredit serta kartu debit yang terhubung dengan akun, dan lainnya.
PayPal mengungkapkan, puluhan ribu akun yang diretas menggunakan metode credential stuffing. Metode tersebut merupakan serangan siber (cyber attack), di mana peretas membobol akun menggunakan beragam jenis kata sandi (password) yang sudah bocor di internet. Artinya, peretas membobol 35.000 akun pengguna PayPal, bukan sistemnya.
Baca juga:5 Tanda Keuangan Sedang Tak Sehat, Segera Tingkatkan Stabilitas
Menanggapi masalah ini,PayPal memberikan pengguna yang terkena dampak layanan pemantauan identitas dua tahun gratis dari Equifax. Perusahaan juga menyarankan agar pengguna PayPal mengubah kata sandi menggunakan string yang unik dan panjang.
Biasanya, kata sandi yang baik setidaknya sepanjang 12 karakter dan termasuk karakter dan simbol alfanumerik.
Selain me-reset password, PayPal memastikan pelaku credential stuffing tidak melakukan transaksi atau transfer uang melalui akun-akun tersebut.PayPal juga mengimbau para pengguna mengaktifkan fitur two-factor authentication (2FA) untuk menghindari peretasan.