Kepala Pusat Badan Siber Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ahmad Luthfi, menyikapi kebocoran Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang terjadi pada Kamis (20/6/2024).
Pusat Data Nasional (PDN) mengalami serangan siber sejak Kamis (20/6/2024). Serangan tersebut mengakibatkan gangguan sejumlah layanan, dan juga membuat data
Twitter memastikan, data bocor di forum online merupakan kumpulan data yang tersedia untuk umum. Menurut Twitter, data tersebut dipastikan bukan data pribadi yang penting.
Meski melakukan eksploitasi data, tim peretas menghindari penguncian XEN, RHEL atau tuan rumah peralatan terbang, seperti radar, kontrol lalu lintas udara, dan semacamnya.
Dalam deskripsi data yang dibocorkan, memuat nama, email, Nomor Induk Kependudukan (NIK), NPWP, alamat, nomor telepon, serta pendapatan pengguna MyPertamina, mulai dari harian, bulanan, hingga tahunan.
Ketua MOX, Khoirul Anam mengatakan, universitas akan terus mengedepankan kreativitas hingga kolaborasi serta project social yang berdampak besar pada masyarakat.
Peretasan terhadap awak redaksi Narasi masih terus berlangsung, bahkan cenderung bertambah. Menurut laporan per Rabu (28/9/2022) pukul 17.03 WIB, jumlah peretasan terhadap awak redaksi Narasi bertambah menjadi 37 orang.
Dewan Pers mengeluarkan 3 seruan menanggapi peretasan akun medsos milik 24 awak redaksi Narasi. Sebab ini merupakan kasus peretasan terbesar terhadap media.
Dalam istilah fikih, hacker yang menembus sistem tanpa izin memiliki kemiripan dengan perbuatan ghasab. Dalam situasi tertentu, juga sama halnya dengan pencurian atau mengambil sesuatu yang bukan haknya.
Pakar Keamanan Siber dari Lembaga Keamanan Siber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center), Pratama Persadha menjelaskan ada banyak cara dalam meretas awak redaksi Narasi.