Kata sandi atau password merupakan sistem keamanan paling penting untuk menjaga data pribadi akun yang ada di internet. Baik itu media sosial maupun perbankan, perlu sandi yang kuat agar tak mudah diretas oleh pelaku kejahatan siber.
Menurut Pratama, jalan terbaik harus dilakukan audit dan investigasi digital forensik untuk memastikan sumber kebocoran data ini. Sangat mustahil jika data yang bocor tidak ada yang memilikinya.
Data tersebut berisi nomor seluler kartu prabayar disertai identitas penggunanya, berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama operator seluler, serta tanggal registrasi kartu SIM terkait.
Risiko paling berbahaya saat data pribadi bocor adalah pembobolan akun perbankan hingga penipuan yang dilakukan oleh peretas (hacker). Sebab peretas memiliki akses penuh terhadap sebuah perangkat melalui data-data pribadi yang sudah bocor.
Perusahaan Listrik Negara (PLN) dilaporkan mengalami peretasan terhadap 17 data pengguna. Peretas (hacker) diketahui menjualnya di forum gelap (darkweb).
Defender sebenarnya nama yang dipakai Microsoft untuk fitur antivirus yang sudah ada. Namun, mereka memperbaruinya menjadi sebuah software yang bisa dipakai di berbagai platform.
Kerentanan Follina terdeteksi di Microsoft Office versi 2013, 2016, 2019, 2021, Office ProPlus, dan Office 365. Kerentanan ini pertama kali terdeteksi pada 27 Mei 2022.
Metode peretasan yang saat ini marak terjadi adalah phishing. Phising merupakan upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan.