LANGIT7.ID, Jakarta - Metode
peretasan kini kian beragam. Tak habisnya upaya para peretas mencuri data korbannya entah untuk membobol uang atau kebutuhan kejahatan lainnya.
Salah satu metode peretasan yang saat ini marak terjadi adalah
phishing. Phishing merupakan upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan.
Baca Juga: Waspada, Peneliti Siber Temukan 3 Aplikasi Android Bisa Curi PulsaBiasanya, peretas menyebarkan link yang berisi tawaran hadiah. Namun siapa sangka, saat link tersebut diklik, ternyata peretas sudah mendapatkan akses untuk meretas informasi pribadi korbannya, mulai dari data sosial media hingga akun perbankan.
Supaya terhindar dari phishing, ada sejumlah upaya untuk mengidentifikasi link palsu. Berikut caranya, melansir dari akun Instagram Kementerian Komunikasi dan Informatika, @kemenkominfo, Jumat (3/5/2022).
1. Cek URLSebelum mengklik situs yang didapatkan, cek terlebih dulu URL-nya. Biasanya, situs yang menggunakan tag HTTPS (
Hypertext Transfer Protocol Secure) lebih aman dibandingkan yang HTTP saja. Situs terpercaya juga akan memiliki ikon gembok atau kterangan "connection is secured".
2. Cek Iklan dan PenulisanSalah satu ciri paling menonjol dari situs abal-abal adalah iklah yang terlalu banyak. Terlihat juga, susunan kalimat atau tata letak konten yang berantakan. Dipastikan, situs dengan ciri tersebut bukanlah resmi dan aman yang dikelola oleh pihak bertanggungjawab.
3. Cek Link di Google Transparency ReportSupaya berselancar internet tetap aman, cek dulu situs https://transparencyreport.google.com/safe-browsing/search. Selanjutnya, salin link ke kolom 'check site status'/.
Klik ikon kaca pembesar. Setelah itu, akan muncul status terkini dari situs tersebut. Kalau situs aman maka Google akan menampilkan keterangan "
no unsafe content found".
Baca Juga:
Pembobolan Rekening Bank, Ini Kiat Hindari Phishing
Waspada Ancaman Phishing Pakai Kode QR, Begini Cara Menghindarinya(asf)