LANGIT7.ID, Jakarta - Sebanyak 1,3 miliar data nomor telepon prabayar, milik masyarakat Indonesia bocor di forum online,
Breached.to. Seorang anggota forum, bernama Bjorka mengunggah data-data tersebut, beserta dua juta sampel gratis.
Data tersebut berisi nomor seluler kartu prabayar disertai identitas penggunanya, berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama operator seluler, serta tanggal registrasi kartu SIM terkait.
Bahkan, data-data sensitif tersebut juga diperjualbelikan dengan harga USD50.000 (sekitar Rp745 juta) dengan transaksi dalam bentuk Bitcoin dan Ethereum. Data yang dijual disimpan dalam file 18 GB yang sudah dikompres atau 87 GB sebelum dikompres.
Baca Juga: BBM Naik Picu Panic Buying, Ekonom: Islam Ajarkan Pengendalian DiriKasus tersebut tentu mengkhawatirkan. Sebab, data-data yang bocor merupakan informasi sensitif sehingga bisa saja digunakan untuk kejahatan siber, seberti pembobolan media sosial atau perbankan.
Guna memastikan apakah kartu SIM menjadi salah satu dari 1,3 miliar data yang bocor, berikut cara mengeceknya.
1. Buka situs
https://periksadata.com/simcardkominfo/2. Selanjutnya, masukkan nomor telepon Anda pada kolom yang tersedia
3. Klik ikon merah bertuliskan 'Periksa Sekarang'
4. Selanjutnya, akan ada keterangan data kartu SIM bocor atau tidak
5. Jika data bocor maka akan muncul keterangan disertai latar berwarna merah seperti gambar berikut ini
6. Namun apabila data Anda aman, keterangan akan muncul seperti gambar di bawah ini.
Baca Juga: Sopir Truk Kecelakaan Maut Bekasi Ditetapkan sebagai TersangkaBaca Juga: 1 September Imam Bukhari Wafat, Ulama Hadits Terbesar Sepanjang Masa(zhd)