LANGIT7.ID - , Jakarta - Perlindungan privasi di internet merupakan hal yang sangat penting. Sebab, kasus
peretasan data pribadi masih saja terus terjadi.
Risiko paling berbahaya saat
data pribadi bocor adalah pembobolan akun perbankan hingga
penipuan yang dilakukan oleh peretas (
hacker). Sebab peretas memiliki akses penuh terhadap sebuah perangkat melalui data-data pribadi yang sudah bocor.
Guna menghindari risiko tersebut terjadi, kita harus memiliki kesadaran penuh untuk menjaga data pribadi secara mandiri. Berikut cara melindungi data pribadi, melansir dari Legalzoom, Senin (22/8/2022).
Baca juga: Kominfo Gandeng BSSN Usut Dugaan Kebocoran Data Indihome
1. Jangan Asal Klik Tautan
Upaya peretasan paling umum adalah
phishing, yakni upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan. Umumnya, peretas akan mengirimkan tautan, melalui email atau
media sosial lainnya dengan tawaran hadiah cuma-cuma.
Ketika diklik, itu sudah menjadi salah satu akses peretas masuk ke perangkat korbannya. Alih-alih mendapat hadiah, justru informasi pribadi bisa bocor.
Salah satu cara mengenali situs palsu adalah dari tag yang digunakan. Situs web yang menggunakan tag HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure), biasanya lebih aman dan terpercaya dibandingkan dengan situs yang hanya menggunakan tag HTTP.
2. Jangan Asal Memberikan Informasi Pribadi
Peretas sering kali menyamar sebagai badan amal, pemerintah, atau instansi terkenal untuk mengelabui korbannya, baik melalui telepon, email, maupun SMS. Dalam hal ini, peretas biasanya menanyakan kode
verifikasi hingga sejumlah data pribadi.
Perlu diketaui, akun atau kontak asli dari instansi resmi tidak menggunakan nomor pribadi. Sementara peretas yang menyamar sebagai instansi tertentu akan menggunakan nomor pribadi.
Baca juga: Kominfo Panggil PLN Terkait Dugaan Kebocoran Data PelangganJangan berikan data yang diminta peretas meski mereka menawarkan hadiah menggiurkan. Sebab, peretas akan makin mudah meretas akun korbannya jika sudah memiliki banyak informasi.
3. Perbarui Perangkat Lunak Secara Berkala
Baik ponsel maupun perangkat komputer akan memberikan penggunanya pembaruan secara berkala, termasuk antivirus. Ini untuk meningkatkan keamanan pada perangkat pengguna.
4. Pakai Otentikasi Dua Faktor
Otentikasi dua faktor memerlukan kode di luar kata sandi untuk masuk ke akun tertentu. Ini bisa berupa kode yang dikirimkan kepada pengguna baik melalui pesan teks atau email. Lapisan perlindungan kedua ini dapat melindungi data, jika kata sandi disusupi dengan cara apa pun.
5. Buat Kata Sandi yang Kuat
Kata sandi merupakan salah satu lapisan untuk melindungi data pribadi. Oleh karena itu, perlu untuk membuat kata sandi yang tidak mudah ditebak.
Baca juga: Sebanyak 17 Juta Data PLN Diduga Bocor, Ini Kata Pakar SiberHindari membuat kata sandi dengan informasi pribadi, seperti nama lengkap atau tanggal lahir. Lebih baik buat kata sandi di luar informasi pribadi dengan paduan huruf kapital, karakter tertentu dan angka.
(est)