LANGIT7.ID, Jakarta - Maraknya ancaman
peretasan di dunia maya membuat Microsoft sempat mendapatkan celah yang memungkinkan peretas mengambil alih komputer pengguna melalui file Word. Menindaklanjuti hal tersebut,
Microsoft meluncurkan sejumlah peningkatan keamanan, salah satunya aplikasi Microsoft Defender.
Menurut Corporate Vice President, Security, Compliance, Identity, and Management Microsoft, Vasu Jakkal mengatakan banyaknya serangan siber tak hanya menyerang organisasi, perusahan atau entitas pemerintah saja, tapi juga individu. Microsoft melihat ancaman
ransomware menargetkan akun bisnis kecil dan keluarga.
Baca Juga: Microsoft Office Rentan Diretas, Ini Cara MengatasinyaBahkan, Menurut laporan Microsoft, ada 921 serangan kata sandi setiap detik kepada layanan individu. "Ketika aktor jahat menjadi semakin canggih, kita perlu meningkatkan pertahanan pribadi kita juga," kata Vasu dalam siaran persnya, dikutip Langit7.id, Senin (20/6/2022).
Atas hal tersebut, aplikasi layaknya "satpam" ini dapat memberikan perlindungan terhadap seluruh layanan Microsoft. Defender sebenarnya nama yang dipakai Microsoft untuk fitur antivirus yang sudah ada. Namun, mereka memperbaruinya menjadi sebuah
software yang bisa dipakai di berbagai platform.
MIcrosoft Defender akan tersedia untuk pelanggan Microsoft 365 Personal and Family, dan fiturnya sendiri akan bervariasi tergantung platformnya. Di iOS dan iPadOS misalnya, tak ada antivirus, melainkan hanya perlindungan dari
phishing di
website.
Baca Juga: Waspada Phishing, Ini 3 Cara Identifikasi Link PalsuSementara di Android, Defender dilengkapi perlindungan antivirus dan kemampuan mendeteksi
malware. Aplikasi ini juga akan memindai bermacam tautan untuk perlindungan
phishing.
Lalu di Windows, Defender merupakan dashboard dan bukan menggantikan aplikasi Windows Security yang sudah terintegrasi di Windows. Dibekali pula fitur yang bisa memberi peringatan dan tips, khusus untuk Windows dan macOS.
Lebih lanjut Microsoft mengatakan, pihaknya akan menghadirkan lebih banyak fitur guna meningkatkan keamanan bagi pengguna. "Ini baru permulaan. Sembari kami melihat ke depan, kami akan melanjutkan untuk menghadirkan lebih banyak perlindungan dalam sebuah dashboard, termasuk fitur semacam perlindungan pencurian identitas dan perlindungan keamanan
online," ujar Vasu.
Baca Juga:
Waspada, Peneliti Siber Temukan 3 Aplikasi Android Bisa Curi Pulsa
Kominfo Usut Dugaan Pemanfaatan Data Pribadi Beberapa Aplikasi(asf)