Pemimpin Redaksi Narasi, Zen RS, membeberkan upaya peretasan terhadap awak redaksi Narasi secara serentak. Usaha peretasan itu menyasar ragam platform media sosial mulai dari Facebook, Instagram, telegram, dan WhatsApp.
Anggaran tersebut nantinya guna memenuhi kebutuhan dua program, yaitu manajemen BSSN sebesar Rp407 miliar serta keamanan, ketahanan siber, dan sandi negara sebesar Rp217 miliar.
Puan mengatakan kasus kebocoran data bukan hanya menyangkut keamanan negara, melainkan juga data pribadi warga yang sudah tidak terhitung lagi banyaknya.
Informasi dugaan kebocoran data ini diungkap oleh Dark Tracer melalui akun Twitternya, dengan handle @darktracerint. Dalam cuitannya, Dark Tracer mengklaim kebocoran data ini berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos).
DPR RI mendorong agar Satgas Perlindungan Data melakukan investigasi besar-besaran. Menurut Puan, data-data masyarakat yang bocor menyangkut identitas pribadi.
Melansir dari Kaspersky, Kamis (15/9/2022) peretas topi hitam adalah penjahat yang membobol jaringan komputer dengan niat jahat. Mereka mengeksploitasi sistem korbannya dengan memasukkan malware untuk menghancurkan file.
Peretas (hacker) bernama Bjorka menghebohkan masyarakat Indonesia. Aksinya membobol data instansi besar Tanah Air membuatnya dicari berbagai pihak, termasuk pemerintah.
Hacker atau peretas bisa dibilang kelompok paling menakutkan. Tanpa diketahui, mereka bisa mengidentifikasi dan mengeksploitasi kerentanan sistem jaringan untuk mendapatkan akses ke sebuah sistem.
Seorang hacker Bjorka ramai dibicarakan publik, bahkan saat ini menjadi buronan negara karena membocorkan data-data pejabat termasuk Presiden Joko Widodo.
Bjorka kembali berulah dengan mengunggah sejumlah data pribadi pejabat tinggi Indonesia. Terbaru, Bjorka membagikan data pribadi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan lewat channel Telegram-nya.
Penyebaran data pribadi secara ilegal bisa masuk kategori doxing dan transmisi data pribadi. Warganet yang turut menyebarkan data pribadi yang didapat Bjorka dapat dipidana merujuk UU ITE.
Anggota forum online dari Breached Forums bernama Bjorka kembali berulah. Terkini, peretas itu mengekspos kebocoran 105 juta data penduduk Indonesia yang diduga milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).