LANGIT7.ID, Jakarta - Usai menghebohkan jagad dunia maya sejak pertengahan 2022,
Bjorka kembali berulah. Kali ini, Bjorka mengaku membocorkan 44 juta data diduga milik pengguna aplikasi MyPertamina.
Hal tersebut diungkapkan Bjorka melalui akun Twitter barunya @bjorkapipa. "Hi @MyPertaminaID,
are u ready (apakah kau siap?)" cuit Bjorka, dilihat
Langit7.id Jumat (11/11/2022).
Data-data tersebut dijual di situs peretas,
Breached Forum. Bjorka mematok harga USD25.000 atau sekitar Rp392 juta dengan pembayaran melalui kripto untuk data
MyPertamina itu.
Baca Juga: Soal Peretasan, Ribuan Mahasiswa Muhammadiyah Kirim Surat ke PresidenDalam deskripsi data yang dibocorkan, memuat nama, email, Nomor Induk Kependudukan (NIK), NPWP, alamat, nomor telepon, serta pendapatan pengguna MyPertamina, mulai dari harian, bulanan, hingga tahunan. Bahkan, Bjorka juga memberikan sampel atau contoh data MyPertamina secara gratis.
Setelah itu, Bjorka sempat ditanya oleh salah satu warganet terkait aplikasi PeduliLindungi. Bjorka menjawab, "
next target (target selanjutnya)".
Sebagai informasi, Bjorka menghebohkan Indonesia sejak akhir Agustus 2022. Aksinya diawali dengan peretasan data pelanggan IndiHome, data registrasi kartu SIM masyarakat Indonesia, data KPU, hingga data pribadi pemerintah.
Pada pertengahan September 2022, Bjorka sempat menghilang dari dunia maya. Akun media sosialnya ditangguhkan tanpa sebab, usai rentetan aksi peretasan yang dilakukannya terhadap sejumlah instansi besar di Indonesia.
Baca Juga:
Anggaran BSSN Ditambah, Cak Imin Harap Sistem Keamanan Siber Lebih Kuat
Cegah Serangan Siber, DPR Sahkan Anggaran BSSN Rp624 Miliar(gar)