Pembakar Al-Quran Rasmus Paludan, Politikus Gagal dengan Rekam Jejak Buruk
Muhajirin
Sabtu, 28 Januari 2023 - 13:30 WIB
Rasmus Paludan membakar Kitab Suci Al-Quran (foto: istimewa)
Politikus sayap kanan Denmark, Rasmus Paludan, tengah mendapat kecaman dari komunitas muslim seluruh dunia. Pasalnya, dia melakukan aksi membakar Al-Qur’an di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia, pada Sabtu (21/1/2023).
Mohammad Fauzil Adhim, Dai sekaligus psikolog muslim, menilai Paludan memiliki penyakit mental dan merupakan politikus gagal dari Denmark.
"Perjalanan politisi gagal asal Denmark yang sempat dilarang masuk Swedia selama dua tahun sejak September 2020 ini memang berkali-kali memicu masalah. Tidak mampu meraih satu pun kursi untuk seluruh level parlemen di wilayah pemilihan manapun bagi Partai Stram Kurs yang didirikannya tahun 2017,” tulis Fauzil di akun instagram-nya.
Baca Juga: Al-Quran Dibakar dan Dirobek, Ini Penyebab Islamofobia Makin Marak di Eropa
Partai politik Stram Kurs memang tidak populer di Denmark. Pada pemilihan parlementer 2019, Stram Kurs gagal mendapatkan 2% suara. Berdasarkan data Statistan, Stram Kurs hanya mendapat 1,8% suara.
Mohammad Fauzil Adhim, Dai sekaligus psikolog muslim, menilai Paludan memiliki penyakit mental dan merupakan politikus gagal dari Denmark.
"Perjalanan politisi gagal asal Denmark yang sempat dilarang masuk Swedia selama dua tahun sejak September 2020 ini memang berkali-kali memicu masalah. Tidak mampu meraih satu pun kursi untuk seluruh level parlemen di wilayah pemilihan manapun bagi Partai Stram Kurs yang didirikannya tahun 2017,” tulis Fauzil di akun instagram-nya.
Baca Juga: Al-Quran Dibakar dan Dirobek, Ini Penyebab Islamofobia Makin Marak di Eropa
Partai politik Stram Kurs memang tidak populer di Denmark. Pada pemilihan parlementer 2019, Stram Kurs gagal mendapatkan 2% suara. Berdasarkan data Statistan, Stram Kurs hanya mendapat 1,8% suara.