Gus Muhaimin Ungkap 5 Tantangan NU Satu Abad ke Depan
Muhajirin
Senin, 30 Januari 2023 - 17:10 WIB
Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar ungkap 5 tantangan NU ke depan (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), A. Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengungkapkan lima tantangan besar yang akan dihadapai Nahdlatul Ulama (NU) satu abad ke depan.
Nahdlatul Ulama akan genap berusia 100 tahun atau satu abad menurut penanggalan hijriah pada 16 Rajab 1444 H atau bertepatan pada Selasa (7/1/2023). Menurut Gus Muhaimin, NU harus berkontribusi lebih besar lagi dalam menyongsong abad kedua.
“Selama satu abad ke depan, NU memiliki lima tantangan utama,” kata Gus Muhaimin dalam Serasehan Nasional Satu Abad NU yang digelar DPP PKB, Senin (30/1/2023).
Baca Juga:Gus Muhaimin Minta Umat Islam Tak Terprovokasi Kasus Pembakaran Al-Quran
Pertama, NU harus mengatasi masalah elementer kebangsaan yang akut. Menurut dia, ada dua masalah elementer kebangsaan yang harus ditangani yakni kemiskinan dan kebodohan. Dua masalah ini saling berkaitan, sehingga harus ditanggulangi secara bersamaan.
“Kita harus mengatasi masalah elementer kebangsaan yang akut, yaitu kemiskinan dan kebodohan. Indikatornya apa? tingkat pendidikan yang rendah dengan 40% lebih warga bangsa kita ini memiliki tingkat pendidikan maksimal sekolah menengah pertama (SMP).
Kemiskinan dan kebodohan,” ucap Gus Muhaimin. Kedua, NU harus mengintegrasikan perkembangan teknologi dan kemanusiaan. Perkembangan teknologi telah menghasilkan dehumanisasi, manusia terasing dan tumbuh dengan cara baru yang tidak tahu arahnya.
Nahdlatul Ulama akan genap berusia 100 tahun atau satu abad menurut penanggalan hijriah pada 16 Rajab 1444 H atau bertepatan pada Selasa (7/1/2023). Menurut Gus Muhaimin, NU harus berkontribusi lebih besar lagi dalam menyongsong abad kedua.
“Selama satu abad ke depan, NU memiliki lima tantangan utama,” kata Gus Muhaimin dalam Serasehan Nasional Satu Abad NU yang digelar DPP PKB, Senin (30/1/2023).
Baca Juga:Gus Muhaimin Minta Umat Islam Tak Terprovokasi Kasus Pembakaran Al-Quran
Pertama, NU harus mengatasi masalah elementer kebangsaan yang akut. Menurut dia, ada dua masalah elementer kebangsaan yang harus ditangani yakni kemiskinan dan kebodohan. Dua masalah ini saling berkaitan, sehingga harus ditanggulangi secara bersamaan.
“Kita harus mengatasi masalah elementer kebangsaan yang akut, yaitu kemiskinan dan kebodohan. Indikatornya apa? tingkat pendidikan yang rendah dengan 40% lebih warga bangsa kita ini memiliki tingkat pendidikan maksimal sekolah menengah pertama (SMP).
Kemiskinan dan kebodohan,” ucap Gus Muhaimin. Kedua, NU harus mengintegrasikan perkembangan teknologi dan kemanusiaan. Perkembangan teknologi telah menghasilkan dehumanisasi, manusia terasing dan tumbuh dengan cara baru yang tidak tahu arahnya.