Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 16 Juni 2026
home global news detail berita

Gus Muhaimin Ungkap 5 Tantangan NU Satu Abad ke Depan

Muhajirin Senin, 30 Januari 2023 - 17:10 WIB
Gus Muhaimin Ungkap 5 Tantangan NU Satu Abad ke Depan
Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar ungkap 5 tantangan NU ke depan (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - LANGIT7.ID, Jakarta- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), A. Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengungkapkan lima tantangan besar yang akan dihadapai Nahdlatul Ulama (NU) satu abad ke depan.

Nahdlatul Ulama akan genap berusia 100 tahun atau satu abad menurut penanggalan hijriah pada 16 Rajab 1444 H atau bertepatan pada Selasa (7/1/2023). Menurut Gus Muhaimin, NU harus berkontribusi lebih besar lagi dalam menyongsong abad kedua.

“Selama satu abad ke depan, NU memiliki lima tantangan utama,” kata Gus Muhaimin dalam Serasehan Nasional Satu Abad NU yang digelar DPP PKB, Senin (30/1/2023).

Baca Juga: Gus Muhaimin Minta Umat Islam Tak Terprovokasi Kasus Pembakaran Al-Quran

Pertama, NU harus mengatasi masalah elementer kebangsaan yang akut. Menurut dia, ada dua masalah elementer kebangsaan yang harus ditangani yakni kemiskinan dan kebodohan. Dua masalah ini saling berkaitan, sehingga harus ditanggulangi secara bersamaan.

“Kita harus mengatasi masalah elementer kebangsaan yang akut, yaitu kemiskinan dan kebodohan. Indikatornya apa? tingkat pendidikan yang rendah dengan 40% lebih warga bangsa kita ini memiliki tingkat pendidikan maksimal sekolah menengah pertama (SMP).

Kemiskinan dan kebodohan,” ucap Gus Muhaimin. Kedua, NU harus mengintegrasikan perkembangan teknologi dan kemanusiaan. Perkembangan teknologi telah menghasilkan dehumanisasi, manusia terasing dan tumbuh dengan cara baru yang tidak tahu arahnya.

Baca Juga: Gus Muhaimin Dorong Pemerintah Benahi Manajemen Stok Pangan Nasional

Gus Muhaimin berujar bahwa para ulama di Tanah Air telah mengajarkan kultur kemanusiaan yang begitu dahsyat. Akan tetapi, ajaran kultur kemanusiaan itu justru berubah total karena adanya perkembangan teknologi.

“Sehingga, tantangan utama yang kedua ini adalah bagaimana memanusiakan manusia di tengah ancaman dehumanisasi yang begitu cepat dan dahsyat akibat revolusi teknologi, terutama revolusi teknologi informasi atau IT,” ungkap Gus Muhaimin.

Ketiga, menyejajarkan perkembangan pesat manusia di dunia virtual atau dunia maya dengan perkembangan manusia yang lebih tertatih-tatih di dunia nyata. Gus Muhaimin mengambil contoh konkret yang kerap terjadi di tengah masyarakat.

Baca Juga:
Gus Muhaimin Minta Pemerintah Prioritaskan Ponpes Terdampak Gempa Cianjur

Banyak pengguna media sosial mengunggah postingan berbau kebahagiaan, tapi sebenarnya tengah mengalami penderitaan. Hal ini yang kerap memberikan penilaian negatif dari pengguna media sosial lain.

“Di Instagram kelihatannya gagah-gagah, ganteng-ganteng, tapi di dunia nyatanya merintih dalam penderitaan yang tidak menentu. Senyum melebar di Instagram, tapi di rumah tertindas oleh istri masing-masing,” kata Gus Muhaimin.

Keempat, memfokuskan ikhtiar-ikhtiar negara bangsa. Ikhtiar negara bangsa ini yakni melakukan upaya penyelamatan bumi yang semakin rawan akan hancur. Bumi akan roboh karena kerasukan dan ketamakan manusia.

Baca Juga:
Wacana Duet Prabowo-Ganjar Rusak Koalisi Gerindra-PKB

“Kita akan mewariskan bumi yang miskin kepada anak turun kita. Saya mengingatkan, PKB logonya bumi seperti Nahdlatul Ulama. Mari kita selamatkan bumi di hari ini dan di masa-masa yang akan datang,” tutur Gus Muhaimin.

Kelima, Menjadikan nilai agama sebagai proyek percontohan dunia. Gus Muhaimin menjelaskan, sejalan dengan masuknya Indonesia keabad kedua sejak kemerdekaan, memastikan bahwa Indonesia menjadi proyek percontohan besar dunia.

Proyek percontohan itu di antaranya menyejajarkan posisi demokrasi dengan kesejahteraan serta menyejajarkan demokrasi dengan keadilan dan kemakmuran. Hal itu bersumber atau berporos dari ajaran nilai-nilai agama.

Baca Juga: Gus Muhaimin: Duka Cianjur Duka Rakyat Indonesia

“Kita yakin dan optimis bersama ulama-ulama yang tidak bisa dipungkiri peran, karisma, kiprah, yang dimainkan sejak sebelum negeri ini lahir, hingga hari ini dan ke depan, para ulama-ulama kita, para wali-wali kita, telah mampu melahirkan peradaban mulia sekaligus masa depan yang cerah bagi kehidupan umat, Indonesia, maupun di seluruh dunia,” ungkap Gus Muhaimin.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 16 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:50
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)