Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 23 Juli 2026
home global news detail berita

Jelang Muktamar NU 2026, Delapan Figur Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU

esti setiyowati Kamis, 23 Juli 2026 - 16:27 WIB
Jelang Muktamar NU 2026, Delapan Figur Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU
Jelang Muktamar NU 2026, Delapan Figur Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU. Foto: PBNU
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026, bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat.

Sedikitnya delapan nama kini ramai diperbincangkan sebagai figur yang berpeluang memimpin organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

Ketua Bidang Hukum dan Media PBNU, Prof. Moh. Mukri mengungkapkan, sedikitnya terdapat delapan nama yang kini menjadi perbincangan dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.

Baca juga: PBNU Bantah Isu Penyanderaan SK PCNU dan PWNU Jelang Muktamar ke-35

Meski demikian, Mukri menegaskan hingga saat ini belum ada satu pun figur yang benar-benar unggul dalam perolehan dukungan. Menurutnya, peta dukungan masih sangat cair dan berpotensi berubah hingga pelaksanaan muktamar.

"Belum bisa diprediksi siapa kandidat yang memiliki peluang paling besar untuk memimpin PBNU," kata Mukri seperti dikutip dari NU Online Lampung, Kamis (23/7/2026).

Berikut delapan nama terkuat yang disebut-sebut sebagai kandidat Ketua Umum PBNU:

1. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)

KH Yahya Cholil Staquf resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2021–2026. Lahir di Rembang pada 16 Februari 1966, ia juga dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin yang berlokasi di Leteh, Rembang, Jawa Tengah.

Gus Yahya merupakan putra dari tokoh besar Nahdlatul Ulama, KH Muhammad Cholil Bisri, serta saudara kandung Menteri Agama Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, KH Yaqut Cholil Qoumas.

Dari garis keturunan keluarga, ia merupakan cucu KH Bisri Mustofa, ulama yang menyusun Kitab Tafsir Al Ibris.

2. Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa

KH Zulfa Mustofa lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1977. Ia merupakan putra dari KH Muqarrabin dan almarhumah Latifah. Mending sang ibu merupakan putri dari Nyai Hajjah Maimunah yang juga merupakan ibu dari Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin. Artinya, KH Zulfa Mustofa adalah keponakan dari KH Ma’ruf Amin.

Pada Desember 2025, KH Zulfa Mustofa terpilih sebagai penjabat (Pj) Ketum PBNU berdasarkan rapat pleno yang diikuti oleh Mustastyar, A'wan, Syuriyah, Tanfidziyah, juga seluruh pimpinan lembaga dan badan otonomi PBNU.

Baca juga: Makna Logo Muktamar Ke-35 NU, Simbol Persatuan dan Estafet Perjuangan Ulama

3. Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)

Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1958, sebagai putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj. Abidah Ma'shum. Sejak 2020, ia tercatat sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ke-8, melanjutkan pengembangan pesantren yang telah dirintis Gus Solah hingga memiliki 15 cabang di berbagai wilayah Indonesia.

Selain memimpin pesantren, Gus Kikin juga aktif di Nahdlatul Ulama dan sejak 2022 menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Ekonomi.

4. Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin)

KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin merupakan putra KH MA Sahal Mahfudh dan Nyai Hj. Nafisah Sahal. Ia tumbuh di lingkungan pesantren di bawah asuhan langsung kedua orang tuanya di Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah.

Sejak muda, ia aktif di berbagai badan otonom dan lembaga Nahdlatul Ulama (NU) hingga kini Gus Rozin menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah untuk masa khidmah 2024–2029.

5. Menteri Agama Nasaruddin Umar

Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, lahir di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1959. Ia resmi dilantik sebagai Menteri Agama oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024.

Nasaruddin Umar saat ini tercatat juga sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta (sejak 2016), Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Istiqlal (sejak 2021), Kelompok Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, BNPT (sejak 2024), Anggota Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia (sejak 2024), Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta (sejak 2005), dan sejumlah jabatan lainnya.

Baca juga: Isu Reformasi Dana Haji dan Hukuman Pemerkosaan Masuk Agenda Muktamar NU

6. Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif

Gudfan merupakan putra dari seorang Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur bernama KH Abdul Ghofur. Dalam laman resmi NU, Gudfan diketahui menempuh pendidikan setara SD dan SMP di Lamongan dan melanjutkan pendidikan tingkat SMA di Pesantren Manbaul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

Selain aktif di PBNU dan menjabat sejumlah posisi penting, Gudfan diketahui memiliki latar belakang dan kredibilitas di dunia bisnis. Beberapa perusahaan yang dipimpinnya memiliki berkantor di Jakarta, Surabaya, Bali, Semarang, dan Cilegon.

7. Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf)

Gus Yusuf lahir di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 9 Juli 1973. Ia merupakan Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo, Magelang, yang didirikan KH Chudlori pada 1944. Selain aktif di Nahdlatul Ulama, ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Robithoh Ma'had Islamiyah (RMI) PBNU.

Kiprahnya di bidang politik dimulai pada era Reformasi 1998 saat bergabung dalam berbagai elemen organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa untuk berdemonstrasi. Pada tahun yang sama, atas ajakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ia turut mengawal reformasi melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

8. KH Abdussalam Shohib (Gus Salam)

KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam merupakan cucu KH Bisri Syansuri, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Saat ini, ia menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, sekaligus alumnus pesantren tersebut.

Gus Salam juga aktif di lingkungan NU Jawa Timur dan pernah menduduki sejumlah jabatan penting dalam organisasi tersebut.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 23 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan