Witan Sulaeman Merapat ke Persija, Dari Eropa Kembali ke Indonesia
Fajar adhitya
Selasa, 31 Januari 2023 - 21:15 WIB
Witan Sulaeman saat berseragam Lechia Gdansk (foto istimewa)
Persija Jakarta berhasil memboyong Witan Sulaeman pulang kampung setelah dua tahun mencicipi karir sepak bola di Eropa. Witan Sulaeman menjadi nama terakhir yang didaftarkan Persija Jakarta untuk mengarungi ketatnya persaingan putaran kedua Liga 1 2022/2023.
Witan menjadi pemain keempat yang didatangkan Macan Kemayoran untuk mengisi kedalaman skuad asuhan pelatih Thomas Doll. Sebelumnya, Persija Jakarta menggaet Birrul Walidain, Dandi Maulana, Aji Kusuma, dan Rahmat Nicko.
Witan akan berseragam merah kebesaran Persija selama 3,5 tahun atau 42 bulan ke depan. Sebelum ke kandang Macan, Witan merumput bersama klub Slovakia AS Trencin dengan catatan penampilan 14 kali, 4 gol dalam 458 menit bermain.
Baca juga:Menpora: Kelanjutan Liga 2 Ada Ditangan Ketua Baru PSSI
Witan lahir 22 tahun silam dari pasangan Humaidi (48) pedagang sayur dan Nurhayati (45) di Palu, Sulawesi Tengah. Bakatnya menonjol sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama dengan sering mengikuti pertandingan tingkat pelajar.
Witan mempelajari permainan bola secara mandiri di desa tercintanya. Kemudian, saat masuk sekolah menengah pertama, ia memasuki lingkungan belajar yang lebih formal, yaitu di Sekolah Sepak Bola (SSB) Galara Utama di Palu.
Baca juga:Jelang PSIS vs Persib: Luis Milla Ogah Pusingkan Absennya Hen Hen dan Ricky Kambuaya
Witan menjadi pemain keempat yang didatangkan Macan Kemayoran untuk mengisi kedalaman skuad asuhan pelatih Thomas Doll. Sebelumnya, Persija Jakarta menggaet Birrul Walidain, Dandi Maulana, Aji Kusuma, dan Rahmat Nicko.
Witan akan berseragam merah kebesaran Persija selama 3,5 tahun atau 42 bulan ke depan. Sebelum ke kandang Macan, Witan merumput bersama klub Slovakia AS Trencin dengan catatan penampilan 14 kali, 4 gol dalam 458 menit bermain.
Baca juga:Menpora: Kelanjutan Liga 2 Ada Ditangan Ketua Baru PSSI
Witan lahir 22 tahun silam dari pasangan Humaidi (48) pedagang sayur dan Nurhayati (45) di Palu, Sulawesi Tengah. Bakatnya menonjol sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama dengan sering mengikuti pertandingan tingkat pelajar.
Witan mempelajari permainan bola secara mandiri di desa tercintanya. Kemudian, saat masuk sekolah menengah pertama, ia memasuki lingkungan belajar yang lebih formal, yaitu di Sekolah Sepak Bola (SSB) Galara Utama di Palu.
Baca juga:Jelang PSIS vs Persib: Luis Milla Ogah Pusingkan Absennya Hen Hen dan Ricky Kambuaya