Wagub Sumsel: Inflasi di Sumsel Tahun 2021 Aman Terkendali
Rio adi pratama
Rabu, 25 Agustus 2021 - 17:34 WIB
Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya secara virtual menghadiri Rakornas pengendalian inflasi tahun 2021, Rabu (25/8). (foto: humas pemprov sumsel)
Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya mengaku optimis laju Inflasi di wilayahnya pada 2021 ini tetap terkendali. Pandemi Covid-19 tidak menghalangi upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang bertugas untuk memantau dan menyiapkan langkah-langkah dalam mengatasi permasalahan inflasi.
“Untuk wilayah Sumsel upaya menekan inflasi ini sejak jauh hari telah dilakukan, TPID ternyata tetap maksimal bekerja meski di tengah pandemi Covid-19. Tujuan kita tidak lain untuk mendongkrak peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Mawardi secara virtual dalam kegiatan Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2021, Rabu (25/8).
Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyebut dengan terjaganya stabilitas harga saat ini, khususnya harga pangan menjadi momentum untuk memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pangan di Indonesia.
“Tentunya, hal itu merupakan upaya dalam rangka pemulihan ekonomi Indonesia dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Perry.
Terjaganya stabilitas harga tersebut membuat BI mengapresiasi kepada semua pihak baik di pusat maupun daerah yang telah bersinergi untuk mewujudkan stabilitas harga tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Perry menyampaikan jika hingga Juli 2021 inflasi terjaga rendah di hampir seluruh daerah. Hal tersebut dikarenakan sejalan dengan terjaganya ekspektasi dan stabilitas nilai tukar, belum kuatnya permintaan serta ketersediaan pasokan.
“Karena itu, kami perkirakan inflasi pada 2021 dan 2022 mendatang akan terjaga dalam kisaran sasaran yaitu tiga persen plus minus satu persen,” kata dia.
“Untuk wilayah Sumsel upaya menekan inflasi ini sejak jauh hari telah dilakukan, TPID ternyata tetap maksimal bekerja meski di tengah pandemi Covid-19. Tujuan kita tidak lain untuk mendongkrak peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Mawardi secara virtual dalam kegiatan Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2021, Rabu (25/8).
Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyebut dengan terjaganya stabilitas harga saat ini, khususnya harga pangan menjadi momentum untuk memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pangan di Indonesia.
“Tentunya, hal itu merupakan upaya dalam rangka pemulihan ekonomi Indonesia dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Perry.
Terjaganya stabilitas harga tersebut membuat BI mengapresiasi kepada semua pihak baik di pusat maupun daerah yang telah bersinergi untuk mewujudkan stabilitas harga tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Perry menyampaikan jika hingga Juli 2021 inflasi terjaga rendah di hampir seluruh daerah. Hal tersebut dikarenakan sejalan dengan terjaganya ekspektasi dan stabilitas nilai tukar, belum kuatnya permintaan serta ketersediaan pasokan.
“Karena itu, kami perkirakan inflasi pada 2021 dan 2022 mendatang akan terjaga dalam kisaran sasaran yaitu tiga persen plus minus satu persen,” kata dia.