Ongkos Haji Naik, Legislator: Pangkas Biaya-biaya Mubazir
Fajar adhitya
Kamis, 09 Februari 2023 - 09:37 WIB
Jamaah Muslim berjalan di luar terowongan Muaisem di Mina, Arab Saudi untuk melakukan ritual jamarat sebagai bagian dari rukun haji. Foto: iStock.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mendorong pemerintah untuk memotong biaya hotel dan makanan jamaah haji. Hal tersebut disampaikan Marwan agar biaya pelaksanaan haji dapat terjangkau.
Menurut Marwan, jamaah haji Indonesia lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah dibanding berada di penginapan sehingga makanan sering mubazir.
Baca juga: Ongkos Haji Melonjak karena Masalah Ini, DPR: Bukan Salah Kemenag
"Maka karena itu, kami melihat bahwa pengadaan makan pagi itu cenderung mubazir dan memang dalam sejarah makan pagi itu hanya kita sediakan pada 2022. Pertimbangan pada saat itu masa pandemi, tidak ada yang jualan maka disiapkan makan," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Kamis (9/2/2023).
Marwan menilai harga satuan penginapan yang diajukan pemerintah masih bisa dinegosiasi lagi.
Kemudian, lanjut Marwan, harga bisa dikurangi karena pelaksanaan haji 2023 sudah normal sebelum pandemi Corona atau COVID-19.
"Hotel yang bakal menjadi penginapan atau beberapa hotel yang ditempati jemaah haji, kami menemukan bahwa harga satuan yang diajukan oleh pemerintah di dalam usulan di panja ini masih memungkinkan untuk dilakukan negosiasi dan menurunkan harga. Karena berbagai hal, satu bahwa proses pelaksanaan haji di 2023 ini sudah berjalan normal," tutur Marwan.
Menurut Marwan, jamaah haji Indonesia lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah dibanding berada di penginapan sehingga makanan sering mubazir.
Baca juga: Ongkos Haji Melonjak karena Masalah Ini, DPR: Bukan Salah Kemenag
"Maka karena itu, kami melihat bahwa pengadaan makan pagi itu cenderung mubazir dan memang dalam sejarah makan pagi itu hanya kita sediakan pada 2022. Pertimbangan pada saat itu masa pandemi, tidak ada yang jualan maka disiapkan makan," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Kamis (9/2/2023).
Marwan menilai harga satuan penginapan yang diajukan pemerintah masih bisa dinegosiasi lagi.
Kemudian, lanjut Marwan, harga bisa dikurangi karena pelaksanaan haji 2023 sudah normal sebelum pandemi Corona atau COVID-19.
"Hotel yang bakal menjadi penginapan atau beberapa hotel yang ditempati jemaah haji, kami menemukan bahwa harga satuan yang diajukan oleh pemerintah di dalam usulan di panja ini masih memungkinkan untuk dilakukan negosiasi dan menurunkan harga. Karena berbagai hal, satu bahwa proses pelaksanaan haji di 2023 ini sudah berjalan normal," tutur Marwan.