LANGIT7.ID, Jakarta -
Tambahan biaya yang ditetapkan Arab Saudi membuat biaya haji reguler 2022 meningkat. Belum lagi kesalahan perhitungan penerbangan membuat ongkos haji melonjak.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang mengatakan, pemerintah salah menghitung penerbangan
jemaah haji dari Surabaya, sehingga pesawat harus transit dulu ke Jakarta.
"Itu istilahnya teknikal lending, akhirnya muncul pembiayaan tambahan dalam proses penerbangan jemaah surabaya, dan memakan biaya kira-kira Rp25 miliar," ujar Marwan, dalam acara Dialektika Demokrasi, Persiapan Ibadah Haji 1443 H, di Media Center DPR RI, Kamis (2/5/2022).
Selain itu, Marwan menerangkan penyebab terbesar kenaikan biaya ibadah haji adalah penambahan bisaya masyair (biaya paket jemaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Menurutnya biaya per jemaah dapat menyentuh sekitar Rp21 juta.
Baca Juga: DPR: Subsidi Kenaikan Haji Diambil dari Nilai Manfaat & Efisiensi Dana"Ada perubahan dalam sistem manajemen ibadah haji Arab Saudi yang beralih ke sistem syarikah, semacam PT. Jadi seluruh transaksi dalam pelaksanaan ibadah haji PT mendapatkan fee," katanya.
Akibatnya terjadi peningkatan tajam biaya perjalanan haji sebesar Rp1,53 triliun yang disampaikan Kemenag. Mengenai tambahan biaya tersebut Komisi delapan segera ambil keputusan karena tanggal keberangkatan sudah dekat, yaitu Sabtu (4/5).
Baca Juga: "Berangkat tanggal 4 (Juni) jangan berubah karena akibatnya luar bisa. Yakni rundown acara yang kacau balau dan akan ada gonjang ganjing pemberitaan," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut Marwan mengklarifikasi berita terkait sebab kenaikan biaya ibadah haji. Dia menepis anggapan bahwa hal tersebut permintaan tambahan dari Kemenag.
"Terkait Berita yang beredar di media sosial bahwa Kemenag minta tambahan sebetulnya tidak. Karena Arab Saudi yang menetapkan ke seluruh dunia dan Asia Tenggara termasuk murah dibanding negara lain," kata dia.
(bal)