DPR Pertanyakan Hasil Dua Kali Vaksinasi Covid-19 Sebelum Booster
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 11 Februari 2023 - 08:05 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Foto: Langit7.id/iStock)
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago mempertanyakan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait hasil anti bodi dari dua kali melakukan vaksinasi Covid-19 sebelum melakukan vaksin booster. Pasalnya, Komisi IX DPR sampai detik ini tidak tahu menahu hasil dari vaksinasi tersebut.
"Apakah sudah ada penelitian pak terkait dengan dua kali vaksinansi sudah dilakukan Covid-19, apa sudah ada hasil sebesar apa antibodi dihasilkan. Sehingga memang booster ini mejadi palang pintu terakhir untuk rakyat Indonesia ini," kata Irma dalam keterangannya, dikutip Sabtu (11/2/2023).
Baca Juga:Menkes Minta WHO Cabut Status Pandemi, Legislator Ingatkan Varian Kraken
Menurut Irma, hasil dua kali vaksinasi perlu untuk diketahui. Hal tersebut untuk mengantisipasi jikalau nantinya terjadi kasus Covid-19, maka akan terlihat dampaknya seperti apa.
"Apa efeknya minim bangetlah seperti kena flu itu. Saya rasa perlu dikemukakan agar kita tahu betul apakah booster ini harus segera dilaksanakan di seluruh Indonesia," ujar Irma.
Di sisi lain, Politikus Partai NasDem itu mengaku tidak mempermasalahkan jika Pemerintah membeli vaksin dari mana saja tanpa harus menunggu-nuggu hibah dari pihak lain. Pasalnya, Pemerintah tidak boleh berbisnis dengan rakyat. "Dan saya kira Komisi IX tidak ada masalah jika ini untuk kepentingan rakyat," tutur Legislator Daerah Pemilihan (Dapil)Sumatera SelatanIItersebut.
Baca Juga:
"Apakah sudah ada penelitian pak terkait dengan dua kali vaksinansi sudah dilakukan Covid-19, apa sudah ada hasil sebesar apa antibodi dihasilkan. Sehingga memang booster ini mejadi palang pintu terakhir untuk rakyat Indonesia ini," kata Irma dalam keterangannya, dikutip Sabtu (11/2/2023).
Baca Juga:Menkes Minta WHO Cabut Status Pandemi, Legislator Ingatkan Varian Kraken
Menurut Irma, hasil dua kali vaksinasi perlu untuk diketahui. Hal tersebut untuk mengantisipasi jikalau nantinya terjadi kasus Covid-19, maka akan terlihat dampaknya seperti apa.
"Apa efeknya minim bangetlah seperti kena flu itu. Saya rasa perlu dikemukakan agar kita tahu betul apakah booster ini harus segera dilaksanakan di seluruh Indonesia," ujar Irma.
Di sisi lain, Politikus Partai NasDem itu mengaku tidak mempermasalahkan jika Pemerintah membeli vaksin dari mana saja tanpa harus menunggu-nuggu hibah dari pihak lain. Pasalnya, Pemerintah tidak boleh berbisnis dengan rakyat. "Dan saya kira Komisi IX tidak ada masalah jika ini untuk kepentingan rakyat," tutur Legislator Daerah Pemilihan (Dapil)Sumatera SelatanIItersebut.
Baca Juga: