Wow, Mahasiswa Ini Selesaikan S3 dalam Waktu 52 Tahun
Muhajirin
Jum'at, 17 Februari 2023 - 09:20 WIB
Dr Nick Acten akhirnya menyelesaikan studi doktoralnya setelah 52 tahun (foto: BBC)
Dr Nick Acten merupakan mahasiswa yang baru dianugerahi gelar doktor setelah lebih dari setengah abad. Pria berusia 76 tahun itu memulai tesisnya tentang sosiologi matematika di University of Pittsburgh di AS pada 1970. Namun, setelah lima tahun dia kembali ke Inggris dengan gelar PhD yang belum selesai.
Setelah 52 tahun, University of Bristol akhir memberi gelar doktor kepada Dr Axten di depan sang istri, Claire Acten, dan cucunya bernama Freya (11 tahun). Dia sebenarnya mendapatkan beasiswa Fullbright yang bergensi, namun dia mengaku kesulitan dalam melakukan penelitian.
"Beberapa masalah begitu hebat sehingga membutuhkan bagian terbaik seumur hidup untuk mengatasinya. Mereka membutuhkan pemikiran keras yang panjang. Yang ini memakan waktu 50 tahun,” kata Dr Axten, dikutip laman BBC News, Rabu (15/2/2023).
Baca Juga:Rektor Paramadina: Mahasiswa Episentrum Gerakan Cerdaskan Bangsa
Penelitian Dr Axten adalah teori baru untuk memahami perilaku manusia. Ini didasarkan pada nilai-nilai yang dianut setiap orang yang berpotensi mengubah pandangan tentang psikologi perilaku.
Ayah dua anak itu memulai mengejar gelar sarjana di Leeds pada 1967. Pada masa-masa itu ada nuansa revolusioner. Itu adalah masa Perang Vietnam, Paris, Praha, dan aksi demonstrasi mahasiswa.
"Jack Straw adalah presiden Serikat Mahasiswa di Leeds. Sosiologi dan psikologi tiba-tiba menjadi mata pelajaran yang berkembang pesat. Saya mempelajarinya karena saya ingin memahami orang,” ucapnya.
Setelah 52 tahun, University of Bristol akhir memberi gelar doktor kepada Dr Axten di depan sang istri, Claire Acten, dan cucunya bernama Freya (11 tahun). Dia sebenarnya mendapatkan beasiswa Fullbright yang bergensi, namun dia mengaku kesulitan dalam melakukan penelitian.
"Beberapa masalah begitu hebat sehingga membutuhkan bagian terbaik seumur hidup untuk mengatasinya. Mereka membutuhkan pemikiran keras yang panjang. Yang ini memakan waktu 50 tahun,” kata Dr Axten, dikutip laman BBC News, Rabu (15/2/2023).
Baca Juga:Rektor Paramadina: Mahasiswa Episentrum Gerakan Cerdaskan Bangsa
Penelitian Dr Axten adalah teori baru untuk memahami perilaku manusia. Ini didasarkan pada nilai-nilai yang dianut setiap orang yang berpotensi mengubah pandangan tentang psikologi perilaku.
Ayah dua anak itu memulai mengejar gelar sarjana di Leeds pada 1967. Pada masa-masa itu ada nuansa revolusioner. Itu adalah masa Perang Vietnam, Paris, Praha, dan aksi demonstrasi mahasiswa.
"Jack Straw adalah presiden Serikat Mahasiswa di Leeds. Sosiologi dan psikologi tiba-tiba menjadi mata pelajaran yang berkembang pesat. Saya mempelajarinya karena saya ingin memahami orang,” ucapnya.