LANGIT7.ID, Jakarta - Dr Nick Acten merupakan
mahasiswa yang baru dianugerahi gelar doktor setelah lebih dari setengah abad. Pria berusia 76 tahun itu memulai tesisnya tentang sosiologi matematika di University of Pittsburgh di AS pada 1970. Namun, setelah lima tahun dia kembali ke Inggris dengan gelar PhD yang belum selesai.
Setelah 52 tahun, University of Bristol akhir memberi gelar doktor kepada Dr Axten di depan sang istri, Claire Acten, dan cucunya bernama Freya (11 tahun). Dia sebenarnya mendapatkan beasiswa
Fullbright yang bergensi, namun dia mengaku kesulitan dalam melakukan penelitian.
"Beberapa masalah begitu hebat sehingga membutuhkan bagian terbaik seumur hidup untuk mengatasinya. Mereka membutuhkan pemikiran keras yang panjang. Yang ini memakan waktu 50 tahun,” kata Dr Axten, dikutip laman
BBC News, Rabu (15/2/2023).
Baca Juga: Rektor Paramadina: Mahasiswa Episentrum Gerakan Cerdaskan BangsaPenelitian Dr Axten adalah teori baru untuk memahami perilaku manusia. Ini didasarkan pada nilai-nilai yang dianut setiap orang yang berpotensi mengubah pandangan tentang psikologi perilaku.
Ayah dua anak itu memulai mengejar gelar sarjana di Leeds pada 1967. Pada masa-masa itu ada nuansa revolusioner. Itu adalah masa Perang Vietnam, Paris, Praha, dan aksi demonstrasi mahasiswa.
"Jack Straw adalah presiden Serikat Mahasiswa di Leeds. Sosiologi dan psikologi tiba-tiba menjadi mata pelajaran yang berkembang pesat. Saya mempelajarinya karena saya ingin memahami orang,” ucapnya.
Baca Juga: Makalah Mahasiswa Terlalu Bagus, Ternyata Pakai ChatGPTDia mengaku menyukai masa-masa kuliah sebagai mahasiswa dengan pria tua di University of Bristol antara 2016 dan 2022. Dia menyebut rata-rata umur mahasiswa di kampus itu berumur 23 tahun. Namun, mereka tetap menerima Dr Axten sebagai salah satu mahasiswa di sana.
"Mereka adalah orang-orang pintar yang penuh dengan ide dan saya senang berbicara dengan mereka - terutama di pub pada sore hari,” ujar Axten.
(jqf)