Taliban Minta Jepang Turut dalam Pembangunan Afghanistan
Fajar adhitya
Kamis, 26 Agustus 2021 - 07:38 WIB
Pemimpin Taliban dalam sebuah acara Foto: Anadolu Agency
Taliban mulai aktif melakukan langkah diplomasi luar negeri. Setelah awal pekan mengajak Korea untuk menggarap ladang mineral yang belum tersentuh di negara itu, kini kelompok tersebut giliran membidik Jepang.
Secara terbuka, Taliban mengundang Jepang berkontribusi pada rekonstruksi Afghanistan. Taliban juga mengharapkan “hubungan baik” antara Kabul dan Tokyo.
“Kami ingin Jepang mengambil bagian dalam rekonstruksi Afghanistan. Dan kami ingin memiliki hubungan yang baik dengan mereka,” kata Juru Bicara Taliban, Suhail Shaheen kepada Kyodo News yang berpusat di Tokyo dalam sebuah wawancara, Selasa (24/8).
Taliban menginginkan kerja sama dengan Jepang di berbagai bidang di Afghanistan, kata Shaheen. Jepang adalah salah satu negara penyedia bantuan utama ke Afghanistan yang mengalami transformasi politik setelah Taliban mengambil alih kembali kendali negara itu usai memerangi pasukan asing pimpinan AS selama dua dekade terakhir.
Tokyo tercatatat menyumbangkan lebih dari USD6 miliar untuk rekonstruksi, pendidikan, pertanian, perawatan kesehatan, dan program bantuan lainnya ke negara itu sejak 2001. Hanya saja, Jepang langsung menutup kedutaannya di Kabul pada 15 Agustus ketika Taliban menguasai ibu kota. Saat ini, Jepang dalam proses mengevakuasi stafnya bersama karyawan lokal.
Juru bicara Taliban mengatakan dia berharap Jepang “akan segera membuka kembali kedutaannya di Afghanistan.” Shaheen mengulangi dan menekankan pemberian amnesti kepada semua orang yang sebelumnya bekerja untuk rezim Kabul didukung Barat yang dipimpin mantan presiden melarikan diri, Ashraf Ghani. Diketahui presiden lari dari negara itu sebelum Taliban memasuki ibu kota.
“Kami, semua warga Afghanistan, harus bersatu demi membangun kembali negara kami. Tidak ada yang pihak yang ditarget sebagai pendukung penjajah dan kolaborator AS dan lainnya,” seru Shaheen.
Secara terbuka, Taliban mengundang Jepang berkontribusi pada rekonstruksi Afghanistan. Taliban juga mengharapkan “hubungan baik” antara Kabul dan Tokyo.
“Kami ingin Jepang mengambil bagian dalam rekonstruksi Afghanistan. Dan kami ingin memiliki hubungan yang baik dengan mereka,” kata Juru Bicara Taliban, Suhail Shaheen kepada Kyodo News yang berpusat di Tokyo dalam sebuah wawancara, Selasa (24/8).
Taliban menginginkan kerja sama dengan Jepang di berbagai bidang di Afghanistan, kata Shaheen. Jepang adalah salah satu negara penyedia bantuan utama ke Afghanistan yang mengalami transformasi politik setelah Taliban mengambil alih kembali kendali negara itu usai memerangi pasukan asing pimpinan AS selama dua dekade terakhir.
Tokyo tercatatat menyumbangkan lebih dari USD6 miliar untuk rekonstruksi, pendidikan, pertanian, perawatan kesehatan, dan program bantuan lainnya ke negara itu sejak 2001. Hanya saja, Jepang langsung menutup kedutaannya di Kabul pada 15 Agustus ketika Taliban menguasai ibu kota. Saat ini, Jepang dalam proses mengevakuasi stafnya bersama karyawan lokal.
Juru bicara Taliban mengatakan dia berharap Jepang “akan segera membuka kembali kedutaannya di Afghanistan.” Shaheen mengulangi dan menekankan pemberian amnesti kepada semua orang yang sebelumnya bekerja untuk rezim Kabul didukung Barat yang dipimpin mantan presiden melarikan diri, Ashraf Ghani. Diketahui presiden lari dari negara itu sebelum Taliban memasuki ibu kota.
“Kami, semua warga Afghanistan, harus bersatu demi membangun kembali negara kami. Tidak ada yang pihak yang ditarget sebagai pendukung penjajah dan kolaborator AS dan lainnya,” seru Shaheen.