Menko PMK Pertegas BKKBN Laksanakan Percepatan Penurunan Stunting
Muhajirin
Kamis, 26 Agustus 2021 - 08:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Foto: Humas/TWD
Penanganan stunting oleh BKKBN dinilai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) sudah serius dengan bergerak bersama kementerian terkait. Stunting masih menjadi momok dan persoalan serius yang harus kita tangani.
"Secara nasional angka prevalensi stunting saat ini masih di angka 27,6 persen. Sementara pemerintah telah menargetkan di tahun 2024 prevalensi stunting di angka 14 persen,"kata Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo saat audiensi dengan Menko PMK, Rabu (2656/9/2021).
Baca Juga:Cegah Stunting, Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi Harus Baik
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendysangat mengapresiasi serta mendukung penuh BKKBN dalam mewujudkan keluarga Indonesia berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang. "Harapannya, dengan itu dapat mendorong tercapainya visi presiden dan wakil presiden menuju Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong,"kata Muhadjir.
Ditegaskan Muhadjir, masalah edukasi dan sosialisasi pada masyarakat pentingnya menjaga anak-anaknya jangan sampai stunting masih kurang. "Hal ini harus mendapat penekanan, kemudian koordinasi dan sinkronisasi antar kementerian lembaga terkait dan pemerintah daerah belum utuh dan harus lebih kompak," ungkapnya.
Penanganan stunting tidak bisa sendiri-sendiri harus kerjasama lintas sektor. Menko PMK menegaskan pihkanya akan memastikan Kementerian Lembaga di dibawah bisa saling dukung dan kerjasama tidak bisa bekerja sendiri.
Baca Juga:Menko PMK: Pak Lurah, Pak RT, Benar-Benar Pantau Kondisi Warganya
"Secara nasional angka prevalensi stunting saat ini masih di angka 27,6 persen. Sementara pemerintah telah menargetkan di tahun 2024 prevalensi stunting di angka 14 persen,"kata Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo saat audiensi dengan Menko PMK, Rabu (2656/9/2021).
Baca Juga:Cegah Stunting, Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi Harus Baik
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendysangat mengapresiasi serta mendukung penuh BKKBN dalam mewujudkan keluarga Indonesia berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang. "Harapannya, dengan itu dapat mendorong tercapainya visi presiden dan wakil presiden menuju Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong,"kata Muhadjir.
Ditegaskan Muhadjir, masalah edukasi dan sosialisasi pada masyarakat pentingnya menjaga anak-anaknya jangan sampai stunting masih kurang. "Hal ini harus mendapat penekanan, kemudian koordinasi dan sinkronisasi antar kementerian lembaga terkait dan pemerintah daerah belum utuh dan harus lebih kompak," ungkapnya.
Penanganan stunting tidak bisa sendiri-sendiri harus kerjasama lintas sektor. Menko PMK menegaskan pihkanya akan memastikan Kementerian Lembaga di dibawah bisa saling dukung dan kerjasama tidak bisa bekerja sendiri.
Baca Juga:Menko PMK: Pak Lurah, Pak RT, Benar-Benar Pantau Kondisi Warganya