LANGIT7.ID-, Jakarta - -
UNESCO menetapkan kawasan arkeologi
Sebastia di Tepi Barat sebagai
Situs Warisan Dunia sekaligus Situs Warisan Dunia dalam Bahaya. Pemerintah Palestina berharap status tersebut dalam melindungi kawasan bersejarah itu dari perluasan kontrol Israel.
Wakil Wali Kota Sebastia, Nizar Kayed, mengatakan keputusan UNESCO menjadi langkah penting untuk menjaga
warisan sejarah sekaligus mata pencaharian warga yang bergantung pada
sektor pariwisata.
Baca juga: Fadli Zon Dorong Desa Bawomataluo Nias Selatan Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO"Keputusan ini hadir setelah otoritas pendudukan Israel mengeluarkan perintah penyitaan lahan yang mengancam nilai budaya dan sejarah kawasan ini, sekaligus merusak sumber penghidupan masyarakat. Ini merupakan bagian dari proyek perluasan permukiman," ujarnya kepada Reuters, dikutip dari Aljazeera pada Jumat (31/7/2027).
Di sisi lain, Israel mengecam keputusan UNESCO dan menyebutnya sebagai langkah yang bermuatan politik.
Sebastia merupakan salah satu situs arkeologi terpenting di Tepi Barat. Kawasan yang diyakini sebagai lokasi Samaria, ibu kota Kerajaan Israel kuno, memiliki sejarah lebih dari 3.000 tahun dan menyimpan peninggalan dari berbagai peradaban, mulai dari Kanaan, Romawi, Bizantium hingga era Islam dan Ottoman.
Situs tersebut juga memiliki nilai religius bagi umat Islam dan Kristen karena diyakini berkaitan dengan makam Nabi Yahya AS atau Yohanes Pembaptis.
Sebagian besar warga Desa Sebastia menggantungkan hidup dari kunjungan wisatawan. Namun, mereka menghadapi ancaman setelah pemerintah Israel mengumumkan rencana penyitaan sekitar 180 hektare lahan di sekitar situs arkeologi dengan alasan pelestarian dan pengembangan kawasan.
Baca juga: Menteri Kebudayaan Siap Daftarkan Musik Dangdut Jadi Warisan Dunia UNESCOOtoritas Palestina juga mengkhawatirkan rancangan undang-undang baru Israel yang berpotensi memperluas kendali Israel atas situs-situs arkeologi di Tepi Barat.
Jika disahkan, aturan tersebut akan mengurangi kewenangan Otoritas Palestina dalam mengelola situs bersejarah di wilayah yang selama ini berada di bawah administrasinya berdasarkan Perjanjian Oslo.
Menteri Pariwisata dan Purbakala Palestina, Hani al-Hayek, mengatakan Komite Warisan Dunia UNESCO menerima nominasi Palestina karena Sebastia dinilai menjadi saksi penting perjalanan berbagai peradaban dan budaya selama lebih dari dua milenium.
"Status tersebut menunjukkan bahwa Sebastia memiliki nilai universal yang luar biasa sehingga layak dilindungi berdasarkan Konvensi Warisan Dunia UNESCO." kata al-Hayek.
Baca juga: Fadli Zon Dampingi Prabowo dan Macron di Borobudur, Luncurkan Kemitraan Budaya dan Jaga Warisan DuniaSelain itu, UNESCO juga memasukkan Sebastia ke dalam daftar Situs Warisan Dunia dalam Bahaya. Hal tersebut dinilai akibat ancaman yang ditimbulkan oleh pendudukan Israel, termasuk rencana penyitaan lahan, perubahan karakter sejarah kawasan, serta pembatasan terhadap upaya perlindungan dan konservasi situs.
Meski demikian, status baru dari UNESCO tidak serta-merta mengubah kontrol Israel atas kawasan tersebut.
Sebelumnya, Israel tetap melanjutkan kebijakannya di wilayah pendudukan meskipun mendapat kritik dan keputusan dari UNESCO maupun lembaga internasional lainnya, termasuk terkait Kota Tua Hebron dan kawasan sekitar Kota Tua Yerusalem Timur.
(est)