LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, berdialog dengan para awak media dalam kegiatan
Bincang Santai Pemajuan Kebudayaan di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas berbagai upaya Kementerian Kebudayaan dalam mempercepat pemajuan kebudayaan, mulai dari pelindungan warisan budaya, penguatan museum dan ekosistem seni, pemanfaatan aset untuk kebudayaan, hingga diplomasi budaya di tingkat internasional.
Menbud mengatakan, hampir dua tahun setelah menjadi institusi tersendiri, Kementerian Kebudayaan terus mendorong pemajuan kebudayaan secara lebih akseleratif sesuai amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. Upaya tersebut mencakup pelindungan kebudayaan dan tradisi, pengembangan, pemanfaatan, pembinaan, serta diplomasi dan promosi kebudayaan.
“Kita mengejar segala upaya untuk pemajuan kebudayaan yang lebih akseleratif, baik dalam pelindungan kebudayaan dan tradisi, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan, hingga diplomasi dan promosi sesuai amanat undang-undang,” ujar dia dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).
Dalam upaya pelindungan warisan budaya, Menbud Fadli Zon menyampaikan bahwa penetapan Cagar Budaya Nasional (CBN) kini telah mencapai 743, meningkat signifikan dibandingkan sebelum Kementerian Kebudayaan berdiri sebagai institusi tersendiri yang jumlahnya masih kurang dari 228. Selain itu, Kementerian Kebudayaan terus mendorong museum sebagai pusat edukasi dan ruang budaya yang dekat dengan masyarakat, termasuk melalui penerbitan
Museum Passport yang telah terjual sebanyak 20.000 buku dan mendapat sambutan antusias dari generasi Z.
Penguatan museum juga dilakukan melalui pemanfaatan aset untuk menghadirkan ruang budaya baru. Kementerian Kebudayaan tengah menyiapkan Museum Film di Kota Tua, Museum Fotografi di Semarang, serta rencana Museum Musik di Bandung. Museum Film nantinya akan menggambarkan perjalanan perfilman Indonesia dari masa ke masa, sementara Museum Musik diharapkan dapat menghadirkan perjalanan musik Indonesia dan memperkuat apresiasi masyarakat terhadap karya budaya nasional.
Menurut Menbud, penguatan museum berjalan seiring dengan perkembangan ekosistem film dan musik Indonesia. Film nasional saat ini telah memiliki sekitar 67 persen
market share di negeri sendiri dan pada 2026 terdapat sekitar 15 film Indonesia yang menjadi
box office. Di bidang musik, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia mendengarkan musik Indonesia, yang menunjukkan tingginya kecintaan masyarakat terhadap karya musik nasional.
“Kita juga mempunyai modal yang baik dalam film dan musik. Film kita sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan 67 persen
market share. Tahun ini ada sekitar 15 film Indonesia yang menjadi
box office. Ini menunjukkan bahwa ekosistem film kita berjalan dengan baik. Begitu juga musik, sekitar 80 persen orang Indonesia mendengarkan musik Indonesia,” tambah Menbud Fadli Zon.
Pengembangan ekosistem kebudayaan juga dilakukan melalui dukungan terhadap sastra dan seni rupa. Kementerian Kebudayaan terus berkomitmen mendukung berbagai festival sastra serta mendorong kehadiran seniman Indonesia di forum internasional, termasuk melalui partisipasi tujuh seniman dalam program residensi Venice Biennale. Dukungan terhadap pelaku budaya di tingkat internasional juga terus dilakukan melalui berbagai festival film dan musik sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan Indonesia.
Di tingkat nasional, Kementerian Kebudayaan tengah memproses pengumuman penerima Dana IndonesiaRaya. Hingga 2026, lebih dari 15 ribu proposal telah masuk untuk memperoleh dukungan dari program dengan anggaran Rp360 miliar tersebut yang akan diseleksi secara ketat sesuai kriteria. Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi komunitas, sanggar, dan pegiat budaya di berbagai daerah, termasuk masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dalam pelestarian cagar budaya, Kementerian Kebudayaan juga menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai pentingnya sejarah dan budaya dalam pembangunan Indonesia. Hampir 200 bangunan, termasuk museum, keraton, dan istana di berbagai daerah, telah dipetakan untuk direvitalisasi sebagai upaya menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus meningkatkan daya tariknya bagi generasi muda.
Lebih jauh, Menbud Fadli Zon juga terus mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan perhatian terhadap museum dan taman budaya sebagai pusat kegiatan pemajuan kebudayaan di daerah. Beliau mengapresiasi Sulawesi Utara yang telah mengalokasikan APBD untuk revitalisasi museum provinsi, sekaligus mengingatkan pentingnya dukungan dan dana pendamping dari pemerintah daerah terhadap Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kebudayaan agar pemanfaatannya dapat berjalan optimal.
Selain pelindungan dan revitalisasi, Kementerian Kebudayaan juga tengah memperkuat tradisi lisan melalui program “Indonesia Bercerita” dengan menggunakan cerita rakyat. Program tersebut didorong secara lebih sistematis pada tahun ini karena budaya mendongeng dinilai penting untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada anak sekaligus menjaga tradisi lisan Indonesia.
Menjelang 81 tahun Indonesia merdeka, Kementerian Kebudayaan tengah memperkuat pengenalan sejarah kepada generasi muda melalui revitalisasi Museum Perumusan Naskah Proklamasi, serta sayembara produksi film narasi kepahlawanan yang mengangkat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia periode 1945–1950 dalam sinema kontemporer. Program film tersebut mencakup film panjang dan film pendek yang melibatkan pendampingan dari sejarawan, akademisi, dan praktisi film. Di samping itu, terdapat juga pembuatan film dokumenter yang bekerja sama dengan beberapa stasiun televisi nasional guna memperkenalkan kembali sejarah bangsa kepada generasi muda.
Terkait jejak sejarah dan budaya Indonesia di Suriname serta Cape Town, Afrika Selatan, Menbud Fadli Zon menjelaskan bahwa jejak diaspora Indonesia di kedua wilayah tersebut memiliki sejarah panjang, termasuk keterkaitan dengan Syekh Yusuf Al-Makassari yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia dan memiliki posisi penting dalam sejarah Afrika Selatan. Terkait upaya menjaga bahasa Indonesia di tengah komunitas diaspora, Kementerian Kebudayaan tengah merencanakan pembangunan museum dan pusat budaya di sekitar makam Syekh Yusuf Al-Makassari di Cape Town, Afrika Selatan.
Pusat budaya tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Indonesia, termasuk pembelajaran bahasa Indonesia bagi masyarakat diaspora yang sebagian sudah tidak lagi menggunakannya. Selain itu, dalam rangka memperingati 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari, Kementerian Kebudayaan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital tengah menyiapkan penerbitan perangko peringatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi Publik, M. Asrian Mirza; Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, Ridwan; serta Kepala Balai Media Kebudayaan, Abu Chanifah.
Melalui dialog bersama awak media, Kementerian Kebudayaan terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam pemajuan kebudayaan Indonesia. Berbagai program tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem kebudayaan sekaligus memastikan kekayaan budaya Indonesia terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
(lam)