Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 14 September 2026
home global news detail berita

Fadli Zon Tinjau Petilasan Raden Wijaya, KCBN Trowulan Disiapkan Terintegrasi

tim langit 7 Senin, 14 September 2026 - 05:04 WIB
Fadli Zon Tinjau Petilasan Raden Wijaya, KCBN Trowulan Disiapkan Terintegrasi
LANGIT7.ID-Mojokerto; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Ziarah tersebut bertujuan untuk meninjau kelestarian situs bersejarah pendiri Kerajaan Majapahit sekaligus mendorong penguatan ekosistem wisata budaya yang terintegrasi di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan.

Di lokasi petilasan, Menbud menjelaskan sejarah kompleks Siti Inggil, yang berasal dari kata Siti (tanah) dan Hinggil (tinggi), yang secara tradisi diyakini sebagai tempat moksa Raden Wijaya beserta permaisuri dan keluarganya, seperti Dara Peta, Dara Jingga, Garwa Padmi Gayatri, serta Abdi Kinasih. Kompleks punden berundak yang telah direvitalisasi sejak tahun 1976 ini memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi, serta kerap dikunjungi berbagai tokoh bangsa dari masa ke masa.

“Alhamdulillah pada sore hari ini, saya bisa berziarah di Petilasan Raden Wijaya beserta istri-istrinya di Siti Inggil. Strukturnya merupakan struktur asli yang telah direvitalisasi sejak tahun 1976. Menurut sejarah, di sinilah tempat pendiri Kerajaan Majapahit moksa, dan situs ini selalu menjadi tujuan ziarah serta kunjungan tokoh-tokoh masyarakat,” ujar Menbud Fadli Zon.

Dalam dialog bersama juru kunci Petilasan Raden Wijaya dan Kepala Desa Bejijong, Menbud Fadli Zon mengapresiasi keterlibatan aktif generasi muda dalam mengelola potensi desa cagar budaya. Keberadaan sekitar 50 homestay di Desa Bejijong dinilai menjadi langkah nyata dalam membangun ekonomi masyarakat dalam pengelolaan situs sejarah.

“Kita sedang membangun dan merevitalisasi Museum Majapahit. Nantinya situs-situs bersejarah ini bisa saling terkoneksi menjadi satu ekosistem terpadu, mulai dari wisata budaya, wisata religi, wisata sejarah, hingga wisata kuliner. Dukungan seperti keberadaan 50 homestay di Desa Bejijong ini menjadi bagian penting dari keberlanjutan ekosistem tersebut,” terang Menbud.

Raden Wijaya, yang memerintah dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana (1293–1309 M), adalah pendiri dan raja pertama Kerajaan Majapahit. Berdasarkan catatan sejarah dalam naskah Pararaton dan Nagarakretagama, Raden Wijaya berhasil mendirikan Majapahit setelah memanfaatkan aliansi dengan pasukan Mongol untuk mengalahkan Jayakatwang dari Kediri, lalu mengusir pasukan Mongol tersebut dari Jawa pada tahun 1293. Setelah meninggal dunia pada tahun 1309 M, sejumlah candi dibangun sebagai tempat pendharmaan Raden Wijaya.

Turut hadir untuk mendampingi Menteri Kebudayaan, yaitu Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Endah Budi Heryani; Penasihat Menteri Bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum, Putu Supadma Rudana; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Sri Sugiharta. Turut hadir jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur, serta Kepala Desa Bejijong, Pradana Tera Mardiatna.

Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk bersinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat lokal dalam memperkuat pengelolaan situs bersejarah secara berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan guna memastikan warisan peradaban Majapahit tidak hanya terjaga keasliannya, namun juga memberikan dampak kesejahteraan sosial-ekonomi bagi warga sekitar.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 14 September 2026
Imsak
04:22
Shubuh
04:32
Dhuhur
11:52
Ashar
15:05
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan