LANGIT7.ID-Yogyakarta; Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya salah satu maestro seni rupa terkemuka Indonesia, Nasirun. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi dan kontribusinya bagi kebudayaan bangsa, Kementerian Kebudayaan melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB) – Galeri Nasional Indonesia akan menggelar pameran retrospeksi bertajuk “Bersimpuh di Hadapan Guru”.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan saat menghadiri acara peringatan 40 hari wafatnya sang maestro di kediaman almarhum di Yogyakarta, yang dihadiri oleh keluarga besar almarhum, tokoh ulama seperti K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus) dan K.H. Jadul Maula, serta rekan seniman dan budayawan, di antaranya Jumaldi Alfi, Ugo Untoro, dan Ong Hari Wahyu.
Menteri Kebudayaan mengenang Nasirun sebagai sosok maestro yang rendah hati, bersahaja, serta tidak pernah membuat sekat dengan siapapun, baik di kalangan pejabat, sesama perupa, hingga warga sekitar lingkungannya. Tawa khas almarhum yang hangat dan optimis menjadi salah satu ingatan yang paling berkesan bagi para sahabatnya.
“Mungkin usia biologis almarhum di dunia sekitar 60 tahun, namun umur karya dan pemikirannya akan abadi melintasi waktu, ratusan tahun mendatang. Mas Nasirun mampu mengolah akar-akar budaya, tradisi, dan nilai sufistik menjadi ekspresi seni rupa kontemporer yang terus menginspirasi generasi penerus,” ungkap Menteri Kebudayaan.
Dedikasi almarhum terhadap dunia seni rupa juga tercermin dari keterbukaannya dalam membimbing talenta muda, salah satunya melalui keterlibatannya secara langsung dalam program Belajar Bersama Maestro yang diselenggarakan di studio pribadinya pada tahun lalu.
Sebagai komitmen pemerintah dalam merawat memori dan apresiasi karya almarhum, Galeri Nasional Indonesia akan menyelenggarakan pameran khusus yang dijadwalkan berlangsung pada 12 September hingga 11 Oktober. Pameran ini dikuratori oleh Aminudin Siregar (Ucok) bersama Dio Pamola, bekerja sama dengan tim kurator Galeri Nasional Indonesia, serta telah mendapatkan restu penuh dari pihak keluarga almarhum.
Pameran bertema “Bersimpuh di Hadapan Guru” ini dirancang sebagai bentuk tribute sekaligus ruang percakapan estetis antara karya-karya Nasirun dengan karya para tokoh perupa yang dianggapnya sebagai guru dan teladan artistik. Diharapkan pameran tersebut dapat menjadi bagian dari tonggak seni rupa Nusantara sekaligus penghormatan dan apresiasi terhadap perjalanan serta karya dari almarhum Nasirun.
Hadir mendampingi Menbud dalam acara peringatan 40 hari kepergian Nasirun yaitu Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan D.I. Yogyakarta, Nahar Cahyandaru; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Riris Purbasari.
Agenda pameran ini sekaligus menjadi eksibisi penutup di Galeri Nasional Indonesia sebelum kompleks tersebut memasuki tahap revitalisasi besar dalam waktu dekat. Melalui pameran ini, masyarakat luas diajak untuk menelusuri kembali rekam jejak, capaian estetik, dan spiritualitas karya yang telah ditinggalkan oleh sang maestro bagi peradaban seni rupa Indonesia.
(lam)