Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 05 September 2026
home global news detail berita

Kementerian Kebudayaan Umumkan 20 Pemenang Sayembara Film Kepahlawanan 2026, Ada Rengasdengklok hingga Hoegeng

tim langit 7 Sabtu, 05 September 2026 - 11:13 WIB
Kementerian Kebudayaan Umumkan 20 Pemenang Sayembara Film Kepahlawanan 2026, Ada Rengasdengklok hingga Hoegeng
LANGIT7.ID-Jakarta; Dalam rangka memajukan ekosistem perfilman tanah air, Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan sayembara produksi film bernarasi tentang kepahlawanan. Pada kesempatan acara “Pengumuman Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan” yang digelar di Graha Utama, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta, telah diumumkan 20 pemenang program ini. Sebanyak tujuh pemenang ditetapkan dari kategori Film Panjang dan 13 pemenang dari kategori Film Pendek.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 merupakan langkah afirmatif untuk memperkuat genre film kepahlawanan dalam ekosistem perfilman nasional. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali berbagai peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui medium sinema yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Genre film kepahlawanan membutuhkan afirmasi agar semakin berkembang dalam ekosistem perfilman Indonesia. Melalui film, peristiwa-peristiwa penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada 1945 hingga 1950 dapat dihadirkan secara lebih dekat dan menarik kepada masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kepahlawanan, patriotisme, nasionalisme, dan keteladanan,” ungkap Menbud, Sabtu (5/9/2026).

Pengumuman pemenang disampaikan setelah seluruh proposal mengikuti rangkaian proses seleksi yang meliputi pemeriksaan administrasi, penilaian proposal dan naskah, presentasi atau pitching, hingga rapat pleno dewan juri. Sejumlah aspek penilaian proposal menjadi dasar pemilihan pemenang, antara lain kekuatan gagasan, kualitas dan relevansi cerita, kesiapan produksi, pendekatan sinematik, serta kesesuaian narasi dengan konteks peristiwa perjuangan bangsa Indonesia pada periode 1945–1950.

Selama proses pendaftaran Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 yang berlangsung pada 10 Juli hingga 10 Agustus 2026, Kementerian Kebudayaan menerima 143 proposal yang terdiri atas 54 proposal kategori Film Panjang dan 89 proposal kategori Film Pendek.

Proposal tersebut menghadirkan beragam gagasan dan perspektif mengenai perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta dinamika sosial dan kemanusiaan yang berlangsung pada periode 1945–1950. Seluruh proposal kemudian mengikuti proses seleksi sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan dalam pedoman program.

Untuk menjaga proses penilaian berlangsung secara komprehensif, Kementerian Kebudayaan melibatkan para sineas dan sejarawan sebagai dewan juri. Keterlibatan kedua unsur tersebut memberikan pertimbangan terhadap aspek artistik dan sinematik, kualitas penceritaan, kesiapan produksi, serta ketepatan dalam menggambarkan peristiwa dan konteks sejarah yang menjadi latar cerita.

Pada kategori Film Pendek, dewan juri terdiri atas sineas Putrama Pradjawasita, Perlita Desiani, dan Angkasa Ramadhan; bersama sejarawan Hasril Chaniago dan Mahpudi. Sementara itu dewan juri kategori Film Panjang dari unsur sineas terdiri atas Tesadesrada Ryza, Salman Aristo, Tumpal Christian Pratama, Happy Salma, Nurman Hakim, Asaf Antariksa Riyanto, serta R.A.J. Siti N. Kusumastuti. Unsur sejarawan diwakili oleh M. Yuanda Zara dan G. Ambar Wulan.

Berdasarkan hasil rapat pleno dewan juri, tujuh pemenang kategori Film Panjang antara lain Barisan Penghibur dengan produser Nia Zulkarnaen, sutradara Ari Sihasale, dan penulis skenario Sugeng Wahyudi; Hoegeng: Yang Ada Tinggal Nama dengan produser Giovanni Rahmadeva, Axel Hadiningrat, dan Krisnadi Ramajaya Hoegeng, sutradara Loeloe Hendra Komara, serta penulis skenario Krisnadi Ramajaya Hoegeng dan Loeloe Hendra Komara; Rengasdengklok dengan produser Taufan Adryan, sutradara Farishad I. Latjuba, dan penulis skenario Ifan Ismail; serta Kapalselam Kalibayam dengan produser Dani Rachman Fauzi, sutradara Kuntz Agus, dan penulis skenario Tito Imanda.

Tiga pemenang lainnya dalam kategori Film Panjang adalah Sakura di Telawang dengan produser Hamonangan, sutradara Lola Amaria, dan penulis skenario Ni Ketut Yuni Suastini; Rai dengan produser Parama Adi Wirasmo, sutradara Rako Prijanto, dan penulis skenario Tamawal Frans M.; serta Pintu Tertutup dengan produser Wiendy Widasari, sutradara Hanny R. Saputra, dan penulis skenario Abdurrohman Syakbani Nasution.

Untuk kategori Film Pendek, pemenang terdiri atas Arang Kobar Juang dengan produser Dhiwangkara Seta, sutradara sekaligus penulis skenario Noel Pendawa; Belantara Raya dengan produser Rifqi Mardhani, sutradara Ilham Prajatama, dan penulis skenario Dafriansyah Putra; Buleun Purnama, di Nanggroe dengan produser Asmara Abigail dan Dani Huda, sutradara Dani Huda, serta penulis skenario Dani Huda, Chandra Cahyana, dan Raisa Kamila; Darah Djoeang dengan produser Fanny Chotimah, sutradara Reni Apriliana, dan penulis skenario Ardhika Surya Adhi; serta Desing Peluru Tak Bertuan dengan produser Iqbal Mohammad Hamdan, sutradara sekaligus penulis skenario Sandi Akbar Paputungan.

Pemenang berikutnya adalah Ibu Raih dengan produser Theo Maulana, sutradara sekaligus penulis skenario Janice Angelica; Jam 7 Pagi (Makassar, 1947) dengan produser Ayu Kartika, sutradara sekaligus penulis skenario Zhaddam A. Nurdin; Menara Terakhir dengan produser Gerald A., sutradara Sarah Adilah, dan penulis skenario Mohammad Iqbal; serta Operasi Malino: Lembar yang Hilang dengan produser Muhammad Ilham Mustain Murda, sutradara Wahyu Mika, serta penulis skenario Wahyu Mika dan Muhammad Ilham Mustain Murda.

Empat pemenang lainnya adalah Seriboe Soedirman dengan produser Nisa F., sutradara Edy Wibowo, serta penulis skenario Tri Wahyudi dan Suharmono; Suara Republik dengan produser Muhammad Kholiq, sutradara BW Purbanegara, dan penulis skenario Luhki Herwanayogi; Timur 1950 dengan produser Andi Arfan Sabran, sutradara Muh. Ishak Iskandar, dan penulis skenario Andi Arfan Sabran; serta Yang Tenggelam Saat Fajar dengan produser Ronantikarunia, sutradara May Ramadhan, dan penulis skenario May Ramadhan dan Zydan Nabil.

Menbud Fadli Zon menilai karya-karya yang terpilih memiliki potensi untuk memperkaya khazanah perfilman Indonesia sekaligus membuka ruang kolaborasi antara sineas dan berbagai bidang keahlian yang terkait dengan sejarah dan kebudayaan.

“Kita ingin film-film ini selain kuat secara artistik dan sinematik, tetapi juga berbasis riset dan akurat secara historis. Lebih dari itu, film-film tersebut harus mampu menghidupkan kembali literasi kepahlawanan dan membuat generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, semakin dekat dengan sejarah serta nilai-nilai perjuangan bangsa,” tambah Menbud.

Turut hadir dalam kesempatan ini Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo; Sekretaris Jenderal, Bambang Wibawarta; Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Staf Ahli Menteri Kebudayaan bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri; Staf Khusus Menteri Kebudayaan bidang Media dan Komunikasi Publik, M. Asrian Mirza; jajaran Kementerian Kebudayaan; serta para pemenang Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026,

Kementerian Kebudayaan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, dewan juri, praktisi perfilman, sejarawan, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026. Hadirnya program ini diharapkan akan memperkuat ekosistem perfilman nasional sekaligus mendorong lahirnya karya-karya yang menghidupkan kembali narasi perjuangan dan nilai kepahlawanan bangsa melalui medium film.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 05 September 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:55
Ashar
15:11
Maghrib
17:55
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan